KARANGANYAR (www.beritakebumen.info) - Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih menegaskan, kesenian tradisional tidak terkecuali jaran kepang, merupakan warisan budaya bangsa yang adiluhung. Karena itu menjaditugas mulia pemerintah dan masyarakat untuk melestarikannya.
Rustri menyinggung jaran kepang ketika hadir dalam silaturahmi keluarga besar Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) bersama pengurus organisasi seni dan budaya tradisional Kabupaten Kebumen di kediaman sesepuh Pepadi, R Suman Sri Husodo, Desa Jatiluhur, Kecamatan Karanganyar, Rabu (12/9) malam.
Menurut Rustri, jaran lumping merupakan seni tradisional yang harus diuri-uri. Tidak saja dari aspek budaya, namun juga dari sisi penampilan karena terkadang kostum yang dipakai kurang mendapat perhatian.
Rustri mengungkapkan, pernah ketika berkunjung ke suatu daerah, dipertunjukkan atraksi seni jaran kepang dengan penonton yang sangat banyak. Hanya saja, pemainnya memakai kostum apa adanya. Bahkan kostum barongannya, sudah robek-robek.
Saat memberi sambutan, Rustri mengaku tidak menyinggung penampilan apa adanya dari aksi jaran kepang yang barusan dilihat. Apalagi menunjukkan kemarahan. "Tetapi begitu acara selesai, saya mengusahakan bagaimana agar jarankepang itu bisa tampil menarik," ujar Rustri yang disambut tepuk tangan semua yang hadir.
Silaturahmi di kediaman R Suman Sri Husodo, diisi pertunjukan wayang kulit dengan lakon Wahyu Cakraningrat bersama Ki Dalang Langgeng Hidayat yang dalam kesehariannya dipercaya masyarakat Desa Rangkah, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, sebagai kepala desa. (Suk/krjogja)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
Rustri menyinggung jaran kepang ketika hadir dalam silaturahmi keluarga besar Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) bersama pengurus organisasi seni dan budaya tradisional Kabupaten Kebumen di kediaman sesepuh Pepadi, R Suman Sri Husodo, Desa Jatiluhur, Kecamatan Karanganyar, Rabu (12/9) malam.
Menurut Rustri, jaran lumping merupakan seni tradisional yang harus diuri-uri. Tidak saja dari aspek budaya, namun juga dari sisi penampilan karena terkadang kostum yang dipakai kurang mendapat perhatian.
Rustri mengungkapkan, pernah ketika berkunjung ke suatu daerah, dipertunjukkan atraksi seni jaran kepang dengan penonton yang sangat banyak. Hanya saja, pemainnya memakai kostum apa adanya. Bahkan kostum barongannya, sudah robek-robek.
Saat memberi sambutan, Rustri mengaku tidak menyinggung penampilan apa adanya dari aksi jaran kepang yang barusan dilihat. Apalagi menunjukkan kemarahan. "Tetapi begitu acara selesai, saya mengusahakan bagaimana agar jarankepang itu bisa tampil menarik," ujar Rustri yang disambut tepuk tangan semua yang hadir.
Silaturahmi di kediaman R Suman Sri Husodo, diisi pertunjukan wayang kulit dengan lakon Wahyu Cakraningrat bersama Ki Dalang Langgeng Hidayat yang dalam kesehariannya dipercaya masyarakat Desa Rangkah, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, sebagai kepala desa. (Suk/krjogja)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!