PREMBUN (www.beritakebumen.info) -
Sampai saat ini penataan Pasar Prembun yang baru dibangun belum
dirumuskan secara pasti. Padahal, penataan lapak tersebut sangat rawan
terjadi polemik antarpedagang. "Jika hal tersebut tidak diantisipasi
lebih awal maka pasar yang rencanya menjadi percontohan pasar
tradisional modern justru menjadi kacau,'' kata Sekretaris Himpunan
Pedagang Pasar Prembun (HPPP), Jarwo Hanggono saat dikonfirmasi, kemarin
Sebab, menurut dia, jumlah pedagang terlalu banyak. Sebaliknya, jika ada mekanisme pembatasan jumlah pedagang akan memicu konflik antarpedagang. "Semua serba repot, makanya harus segera dirumuskan,'' kata dia
Saat dikonfirmasi Suara Merdeka, beberapa pedagang Pasar Prembun yang pindah sementara di Pasar Kabekelan mengaku belum mengetahui penataan lapak pasar yang baru dibangun. Mereka mengaku cemas, kalau-kalau tak kebagian jatah lapak.
Sebagaimana diketahui, kondisi Pasar Prembun saat ini masih terus dibangun. Rencananya, pasar tersebut akan menjadi percontohan pasar tradisonal modern di Kabupaten Kebumen. Pengembangan konsep pasar tradisional modern itu mengharuskan perubahan pola berdagang, mulai dari segi penataan lapak, penyajian dagangan sampai cara menjual barang berdasarkan standar operasional prosedur (SOP).
Pengembangan itu bermaksud menaikkan pendapatan para pedagang yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan. Salah satu pedagang Pasar Prembun yang saat ini pindah ke Pasar Kabekelan, Hartatik (34) mengatakan, banyak pedagang yang belum mengetahui secara pasti rencana penerapan pasar tradisional modern tersebut. Pedagang hanya mengetahui bahwa ke depan cara berjualan pedagang akan dirubah. Meski begitu banyak pedagang yang bingung mengingat luas pasar yang baru dibangun itu jauh lebih sempit dibanding luas pasar semula. (K42-91,88/suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
Sebab, menurut dia, jumlah pedagang terlalu banyak. Sebaliknya, jika ada mekanisme pembatasan jumlah pedagang akan memicu konflik antarpedagang. "Semua serba repot, makanya harus segera dirumuskan,'' kata dia
Saat dikonfirmasi Suara Merdeka, beberapa pedagang Pasar Prembun yang pindah sementara di Pasar Kabekelan mengaku belum mengetahui penataan lapak pasar yang baru dibangun. Mereka mengaku cemas, kalau-kalau tak kebagian jatah lapak.
Sebagaimana diketahui, kondisi Pasar Prembun saat ini masih terus dibangun. Rencananya, pasar tersebut akan menjadi percontohan pasar tradisonal modern di Kabupaten Kebumen. Pengembangan konsep pasar tradisional modern itu mengharuskan perubahan pola berdagang, mulai dari segi penataan lapak, penyajian dagangan sampai cara menjual barang berdasarkan standar operasional prosedur (SOP).
Pengembangan itu bermaksud menaikkan pendapatan para pedagang yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan. Salah satu pedagang Pasar Prembun yang saat ini pindah ke Pasar Kabekelan, Hartatik (34) mengatakan, banyak pedagang yang belum mengetahui secara pasti rencana penerapan pasar tradisional modern tersebut. Pedagang hanya mengetahui bahwa ke depan cara berjualan pedagang akan dirubah. Meski begitu banyak pedagang yang bingung mengingat luas pasar yang baru dibangun itu jauh lebih sempit dibanding luas pasar semula. (K42-91,88/suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!