BPBD Kebumen Ajukan 37M untuk Rumah Aman Tsunami

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen kini mengajukan usulan pembangunan delapan selter atau rumah aman tsunami di pantai selatan senilai Rp 37 miliar kepada BNPB Pusat.

Delapan rumah aman tsunami setinggi sekitar 12 meter itu rata-rata membutuhkan dana sekitar Rp 3,5 miliar sampai Rp 5 miliar. Adapun konstruksinya menyerupai rumah panggung. Lantai atas bisa dimanfaatkan untuk penampungan warga saat ada tsunami, dan pada kondisi normal bisa dipakai untuk berbagai kegiatan. Kepala Bidang Pencegahan Bencana BPBD Kebumen, Ir Made Wirawan didampingi Kepala Seksi Pencegahan, Sofwani SE kemarin menjelaskan, rumah aman tsunami akan dibangun di delapan kecamatan yang wilayahnya berhadapan langsung dangan pantai selatan. Meliputi Kecamatan Mirit, Ambal, Buluspesantren, Klirong, Petanahan, Puring, Buayan, dan Ayah. Lokasi rumah aman tsunami itu ditempatkan di daerah yang strategis, mudah terakses jalan kabupaten, dan terjangkau penduduk sekitar.

Dari delapan kecamatan, baru satu yang lokasinya paling siap dibangun, yakni di Desa Munggu, Kecamatan Petanahan.”Untuk lokasi lain tergantung dari kesiapan wilayah. Yang jelas program ini kami ajukan ke BNPB tahun 2013,” jelas Made Wirawan. Penghijuan Pantai Menyinggung program lain yang telah mendapat persetujuan dari BNPB yakni sabuk hijau di sepanjang pantai selatan atau green beltdi daerah pesisir. Untuk bantuan bibit penghijauan diajukan permohonan dana ke BNPB senilai Rp 2,8 miliar. Adapun untuk kegiatan sosialisasi akan mendapat bantuan Rp 1,3 miliar pada tahun 2013.

Menurut Made Wirawan, penghijauan sepanjang pantai selatan itu perlu dilakukan. Mengingat, potensi bencana tsunami tidak bisa dielakkan. Namun, jenis tanaman yang cocok dan kapan bibit penghijauan itu akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi. “Harapan kami tanaman penghijauan nanti bisa ditanam saat musim hujan, dan pihak pelaksana harus bertanggung jawab sampai bibit itu benar-benar tumbuh,” tandas Made. Program mendesak lain yang mendapat respons BNPB yakni desa tangguh bencana. Desa tangguh bencana akan disiapkan di 49 desa.

Masing-masing desa akan mendapat bantuan untuk sosialisasi senilai Rp 10 juta. Kegiatan itu bertujuan menyiapkan komponen masyarakat dalam menghadapi berbagai bencana alam. Sofwani menambahkan, BPBD Kebumen juga telah mengusulkan pembangunan Gedung Sentra Penguatan Kapasitas Kesiapsiagaan dan Pengurangan Risiko Bencana Berupa Kantor Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalop) tiga lantai senilai Rp 12 miliar. Lokasinya telah disiapkan di belakang kantor BPBD Jalan Arungbinang, akan dilengkapi ruang komunikasi, informasi, dan transportasi.(B3-28/suaramereka)

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

Previous Post Next Post