KARANGANYAR (www.beritakebumen.info) - Beberapa calon penghuni sekaligus pemilik kios Pasar Karanganyar, Kebumen, kini mengkhawatirkan kualitas bangunan menyusul temuan hasil sidak Komisi D DPRD beberapa hari lalu.
Para calon penghuni kios itu resah lantaran dari sidak Komisi D menemukan material bangunan Pasar Karanganyar diduga tidak sesuai bestek. Lagi pula campuran cor beton ditengarai menyalahi ketentuan."Kalau mutu bangunan pasar seperti ini, saya khawatir nanti sudah ditempati ambruk siapa yang bertanggung jawab?"tandas Sugeng Budiawan, kemarin.
Dia bersama seorang pengusaha menyempatkan melihat langsung pekerjaan renovasi Pasar Karanganyar dengan total dana Rp 10 miliar itu. Dari pengamatan di lapangan, selain besi cor kurang memenuhi standar, campuran material cor juga tidak memenuhi syarat. Bahkan pengecoran kolom terkesan kasar dan tidak lurus.
Sugeng pun mengeluhkan fondasi bangunan kios yang terlalu dangkal. Bahkan di salah satu sudut kios itu di bagian barat ada yang ambruk lantaran diduga mutu bangunan tidak sesuai bestek."Mestinya bangunan yang ambruk dibongkar total, bukan cuma ditambal,"ujar pengusaha dealer sepeda motor itu.
Sebelumnya, Komisi D DPRD Kebumen telah melakukan sidak dan kecewa dengan kualitas bangunan tersebut. Renovasi Pasar Karanganyar didanai APBD Kabupaten Kebumen dan dikerjakan CV Prestasi serta Pt Tiga Jaya Pamular Karanganyar, dimulai Mei lalu dan ditargetkan selesai November mendatang.
Secara terpisah calon penghuni kios Ny Agus (50) pedagang makanan ternak pun mengaku khawatir bila kualitas bangunan tidak sesuai ketentuan. Apalagi dia nanti berjualan di bagian timur tepi jalan masuk. Ukuran kios yang dia miliki sekitar 4 X 6 m dan menghadap ke selatan.
Sesuai Bestek
Pelaksana pekerjaan Sugiyanto (60) didampingi pelaksana dari CV Prestasi Kukuh Widianto saat ditemui mengaku, beberapa waktu lalu dikunjungi DPRD. Mengenai material besi dan campuran cor, Sugianto menegaskan, telah berusaha memenuhi aturan sesuai bestek.
Namun dia menyatakan, dirinya hanya menerima material dan bertanggung jawab melaksanakan pekerjaan untuk 17 kios di bagian depan sisi timur. Adapun material besi dipasok oleh rekanan dari toko bangunan."Kalau pesanan yang kami minta besi itu 10 mili penuh, namun yang dikirim ukuran begini,"tandasnya.
Kukuh Widianto menjelaskan, beberapa waktu lalu pihak kontraktor H Soepriyadi telah mengumpulkan para pekerja dan subkontraktor pelaksana. Pimpinan rekanan itu meminta agar pekerjaan diperbaiki dan dilaksanakan sesuai bestek.
Direktur CV Prestasi Karanganyar H Soepriyadi dihubungi terpisah menyatakan, pekerjaan tersebut memang dilaksanakan dua rekanan, CV Prestasi dan PT Tiga Jaya Pamular. Bangunan di sebelah timur sudah sesuai spek, baik besi slup dan kolom pun sesuai bestek."Kalau ada kiriman besi kurang 10 mili itu tanggung jawab toko material dan sudah saya tegur,"tandasnya.
Mengenai salah satu kios yang ambruk dan ditemukan campuran material yang rapuh, Soepriyadi mengakui hal itu karena keteledoran pelaksana. Namun pihaknya telah memperbaiki kembali cor yang ambrol itu sesuai spek dan semua pekerjaan perbaikan maupun pembongkaran sepengetahuan konsultan pengawas.
"Intinya, terhadap pekerjaan yang kurang kami bertanggung jawab memperbaiki dan sudah kami laksanakan dengan sepengetahuan supervisi pihak konsultan pengawas,"jelasnya.(B3-45/suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
Para calon penghuni kios itu resah lantaran dari sidak Komisi D menemukan material bangunan Pasar Karanganyar diduga tidak sesuai bestek. Lagi pula campuran cor beton ditengarai menyalahi ketentuan."Kalau mutu bangunan pasar seperti ini, saya khawatir nanti sudah ditempati ambruk siapa yang bertanggung jawab?"tandas Sugeng Budiawan, kemarin.
Dia bersama seorang pengusaha menyempatkan melihat langsung pekerjaan renovasi Pasar Karanganyar dengan total dana Rp 10 miliar itu. Dari pengamatan di lapangan, selain besi cor kurang memenuhi standar, campuran material cor juga tidak memenuhi syarat. Bahkan pengecoran kolom terkesan kasar dan tidak lurus.
Sugeng pun mengeluhkan fondasi bangunan kios yang terlalu dangkal. Bahkan di salah satu sudut kios itu di bagian barat ada yang ambruk lantaran diduga mutu bangunan tidak sesuai bestek."Mestinya bangunan yang ambruk dibongkar total, bukan cuma ditambal,"ujar pengusaha dealer sepeda motor itu.
Sebelumnya, Komisi D DPRD Kebumen telah melakukan sidak dan kecewa dengan kualitas bangunan tersebut. Renovasi Pasar Karanganyar didanai APBD Kabupaten Kebumen dan dikerjakan CV Prestasi serta Pt Tiga Jaya Pamular Karanganyar, dimulai Mei lalu dan ditargetkan selesai November mendatang.
Secara terpisah calon penghuni kios Ny Agus (50) pedagang makanan ternak pun mengaku khawatir bila kualitas bangunan tidak sesuai ketentuan. Apalagi dia nanti berjualan di bagian timur tepi jalan masuk. Ukuran kios yang dia miliki sekitar 4 X 6 m dan menghadap ke selatan.
Sesuai Bestek
Pelaksana pekerjaan Sugiyanto (60) didampingi pelaksana dari CV Prestasi Kukuh Widianto saat ditemui mengaku, beberapa waktu lalu dikunjungi DPRD. Mengenai material besi dan campuran cor, Sugianto menegaskan, telah berusaha memenuhi aturan sesuai bestek.
Namun dia menyatakan, dirinya hanya menerima material dan bertanggung jawab melaksanakan pekerjaan untuk 17 kios di bagian depan sisi timur. Adapun material besi dipasok oleh rekanan dari toko bangunan."Kalau pesanan yang kami minta besi itu 10 mili penuh, namun yang dikirim ukuran begini,"tandasnya.
Kukuh Widianto menjelaskan, beberapa waktu lalu pihak kontraktor H Soepriyadi telah mengumpulkan para pekerja dan subkontraktor pelaksana. Pimpinan rekanan itu meminta agar pekerjaan diperbaiki dan dilaksanakan sesuai bestek.
Direktur CV Prestasi Karanganyar H Soepriyadi dihubungi terpisah menyatakan, pekerjaan tersebut memang dilaksanakan dua rekanan, CV Prestasi dan PT Tiga Jaya Pamular. Bangunan di sebelah timur sudah sesuai spek, baik besi slup dan kolom pun sesuai bestek."Kalau ada kiriman besi kurang 10 mili itu tanggung jawab toko material dan sudah saya tegur,"tandasnya.
Mengenai salah satu kios yang ambruk dan ditemukan campuran material yang rapuh, Soepriyadi mengakui hal itu karena keteledoran pelaksana. Namun pihaknya telah memperbaiki kembali cor yang ambrol itu sesuai spek dan semua pekerjaan perbaikan maupun pembongkaran sepengetahuan konsultan pengawas.
"Intinya, terhadap pekerjaan yang kurang kami bertanggung jawab memperbaiki dan sudah kami laksanakan dengan sepengetahuan supervisi pihak konsultan pengawas,"jelasnya.(B3-45/suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!