![]() |
| Djuwarni, Wakil Bupati Kebumen. |
Buku tulis dengan sampul kampanye antinarkoba yang juga memuat foto Wakil Bupati Kebumen itu dikeluhkan oleh sejumlah orang tua/wali murid. Pasalnya, setiap siswa diwajibkan untuk membeli buku itu. Masing-masing dijatah 5 hingga 6 buku. Wali murid mengeluh dan merasa keberatan dengan kebijakan tersebut.
Mendapat Kritikan
Dewan Pendidikan Kabupaten (DPK) Kebumen pun angkat bicara. Ketua DPK Kabupaten Kebumen, H. Dirgoyuswo mengaku sangat mendukung gerakan anti narkoba di kalangan para pelajar. Namun 'berjualan buku' bukanlah satu-satunya pilihan cara yang tepat.
"Semestinya, kampanye anti narkoba itu tidak dilakukan dengan cara berjualan di sekolah. Apalagi bila ditemukan ada unsur paksaan untuk membeli. Masih banyak cara lain yang bisa dipergunakan. Cara seperti itu justru menimbulkan kontroversi,” ujar Dirgoyuswo, Senin (30/7).
Kalaupun itu harus dilakukan, harga dan kualitas buku harus dipernatikan. Harga yang ditawarkan harus terjangkau agar tidak memberatkan wali murid. Kualitasnya pun tidak boleh 'abal-abal'. Lebih utama lagi, uang hasil penjualan tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan dengan jelas.
Sementara itu, terkait adanya foto Wakil Bupati Kebumen masih perlu ditelisik lebih dalam. Apakah pemajangan foto tersebut atas pengetahuan dan telah mendapat ijin dari Wakil Bupati atau belum. (bk01/rhmt/bbs)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE

إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!