KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - SEPANJANG tepi jalan raya Desa Sarwodadi, Kecamatan/Kabupaten Kebumen sapai Desa/Kecamatan Karangsambung terkenal sebagai penghasil batu split atau batu pecah Sungai Luk Ulo. Lokasinya strategis untuk memasarkan batu karena berada di tepi jalan raya yang menghubungkan kota Kebumen dengan Karangsambung.
Puluhan perempuan setiap hari bermandi peluh memecah berkarung-karung batu. Meski harus menguras tenaga, namun ibadah puasa Ramadan tidak menghalangi untuk beraktivitas mengumpulkan rupiah.
"Puasa justru menambah semangat kami bekerja. Selain untuk ibadah, waktu kami juga lebih
longgar," jelas Pemecah batu warga Desa Kemangguan, Kecamatan Alian, Rusminah, Kamis (26/7/2012).
Bermodal kain terpal, Rusminah bersama Tursilah (50), Satiyem (60), Maryati (55), Kamsiyah (40) dan Sarlan (60), bekerja rata-rata 10 jam per hari dengan hasil 10 sampai 12 keranjang batu split yang harganya Rp 2.500,- per keranjang.
Tak heran saat musim proyek pembangunan tiba, sepanjang hari kebanjiran pembeli. Banyak konsumen sudah hapal tempat ini, karena usaha itu sudah eksis sejak puluhan tahun lalu.(Dwi/http://krjogja.com/read/137071/puasa-makin-produktif.kr)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
Puluhan perempuan setiap hari bermandi peluh memecah berkarung-karung batu. Meski harus menguras tenaga, namun ibadah puasa Ramadan tidak menghalangi untuk beraktivitas mengumpulkan rupiah.
"Puasa justru menambah semangat kami bekerja. Selain untuk ibadah, waktu kami juga lebih
longgar," jelas Pemecah batu warga Desa Kemangguan, Kecamatan Alian, Rusminah, Kamis (26/7/2012).
Bermodal kain terpal, Rusminah bersama Tursilah (50), Satiyem (60), Maryati (55), Kamsiyah (40) dan Sarlan (60), bekerja rata-rata 10 jam per hari dengan hasil 10 sampai 12 keranjang batu split yang harganya Rp 2.500,- per keranjang.
Tak heran saat musim proyek pembangunan tiba, sepanjang hari kebanjiran pembeli. Banyak konsumen sudah hapal tempat ini, karena usaha itu sudah eksis sejak puluhan tahun lalu.(Dwi/http://krjogja.com/read/137071/puasa-makin-produktif.kr)
Perempuan Desa Kemangguan Membuat Batu Split
Untuk mengisi waktu selama menunggu musim panen padi dan mengisi kosong menunggu saat Maghrib tiba banyak kaum perempuan desa Kemangguan Kecamatan Kebumen memaanfaatkan waktu untuk membuat batu split. Yang dambil dari lembah sungai lokulo para kaum perempuan ini pada pagi hari mengambil bebatuan dari lembah sungai lokulo yang kemudian di bawa kepinggir jalan dan di pecah.
Menjadi batu split ukuran 2x 3 cm yang kebanyakan di gunakan sebagaicampuran konstruksi cor .
Mereka dalam satu harinya bisa memproduksi batu split sebanyak 10 hingga 40 m3. Satu m3 mereka jual seharga 20.000 rupiah hasilnya di bagi secara merata kepada setiap kelompok mereka. Dari hasil penjualan batu split tersebut mereka merupakan tambahan penghasilan keluarga. Rata rata setiap harinya mereka mengantongi uang antara Rp 10 sampai Rp 20 ribu rupiah. mereka mulai bekerja sejak pukul 08:00-12:00 siang. Selanjutnya pada sore hari mereka harus berada di rumah untuk mempersiapkan hidangan saat berbuka puasa selama di rumah.(ratihtv/http://www.kebumenkab.go.id/index.php/public/news/detail/178)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!