Petani Karanggayam Mulai Tanam Brambang

KARANGGAYAM (www.beritakebumen.info) - Bawang merah (brambang) mulai dibudidayakan di Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen. Petani tertarik menanam brambang karena sudah bisa dipanen dalam waktu dua bulan.

Di daerah pegunungan itu, brambang dibudidaya bersama tanaman tembakau. Namun karena masih tahap belajar, hasil panen belum memuaskan. Apalagi ada hama uret yang sulit diberantas.

Menurut Tana (55) petani tembakau di Dukuh Purwodadi Desa Karanggayam, brambang sengaja ditanam berdampingan dengan lahan tembakaunya agar memudahkan penyiraman dan perawatan. "Perawatannya hampir sama dengan tembakau sehingga kami tertarik menanam brambang," jelasnya.

Tana mencoba menanam 30 kilogram bibit brambang Brebes. Di tengah menanti panen tembakau, ia sudah menikmati panen brambang sekitar 1 kwintal dari sebagian tanaman brambangnya. Hasil itu diakui tidak maksimal karena hama uret yang sulit diberantas.

"Kalau tembakau dipanen pada umur 90 hingga 100 hari. Sedangkan brambang, 2 bulan lebih sudah bisa dipanen. Dengan begitu, kami bisa menikmati panen brambang di tengah menanti panen tembakau," terang Tana.

Brambang Brebes yang ditanam di Karanggayam laku dijual Rp 10 ribu hingga Rp 14 ribu per kilogram tergantung kualitasnya. Sayangnya, geliat petani serta potensi Karanggayam untuk budidaya brambang, belum didukung dinas terkait. (Suk/krjogja)





=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

Previous Post Next Post