PETANAHAN (www.beritakebumen.info) - Seorang kakek bernama sadiron (55) warga Desa Banjarwinangun Kecamatan Petanahan ditemukan meninggal dalam keadaan gantung diri di gantungan ruang dapur rumah milik korban sabtu (30/6).
Informasi yang dihimpun dari istri korban menuturkan bahwa sekira pukul 06.00 wib, istri korban kepasar Gamblok Desa tanjungsari untuk berjualan tudung atau caping setelah pukul 07.00 wib istri korban pulang kerumah.
Tak dikira tahu-tahu korban sudah menggantung di Blandar ruangan dapur mengan menggunakan plastic panjang berukuran 1 m berwarna hijau hasil olah TKP korban menggantungkan dirinya dengan panjang tali dari blandar sampai kekursi 2,14 cm, dan dari atas sampai tanah 2,66 cm, lingkaran tali pada leher 32 cm, tali ats ke leher 52 cm jarak ujung kaki ketanah 52 cm.
Kapolsek petanahan AKP Edi Sunyoto bersama dengan anggotanya dan petugas Puskesmas Petanahan serta unit Identifikasi langsung memeriksa korban.
Tim Medis dan angota unit Identifikasi melakukan pemeriksaan pada tubuh korban tidak ditemuykan tanda-tanda penganiayaan, keadaan korban yaotu mengeluarkan air mani.
Menurut keterangan dari istri korban bahwa korban depresi karena cucu kesayanganya masuk bui karena kasus pencabulan. (sumber/kukuh/humas/reskbm)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
Informasi yang dihimpun dari istri korban menuturkan bahwa sekira pukul 06.00 wib, istri korban kepasar Gamblok Desa tanjungsari untuk berjualan tudung atau caping setelah pukul 07.00 wib istri korban pulang kerumah.
Tak dikira tahu-tahu korban sudah menggantung di Blandar ruangan dapur mengan menggunakan plastic panjang berukuran 1 m berwarna hijau hasil olah TKP korban menggantungkan dirinya dengan panjang tali dari blandar sampai kekursi 2,14 cm, dan dari atas sampai tanah 2,66 cm, lingkaran tali pada leher 32 cm, tali ats ke leher 52 cm jarak ujung kaki ketanah 52 cm.
Kapolsek petanahan AKP Edi Sunyoto bersama dengan anggotanya dan petugas Puskesmas Petanahan serta unit Identifikasi langsung memeriksa korban.
Tim Medis dan angota unit Identifikasi melakukan pemeriksaan pada tubuh korban tidak ditemuykan tanda-tanda penganiayaan, keadaan korban yaotu mengeluarkan air mani.
Menurut keterangan dari istri korban bahwa korban depresi karena cucu kesayanganya masuk bui karena kasus pencabulan. (sumber/kukuh/humas/reskbm)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!