KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Pemkab Kebumen merencanakanmembangun tujuh pasar tradisional lagi, yakni pasar Kutowinangun, Demangsari, Giwangretno, Pasar Hewan Gombong, Sruni, Pasar Burung Gombong serta Pasar Petanahan. Saat ini ada 5 pasar tradisional masuk tahap pembongkaran dan relokasi pedagagn. Masing-masing pasar Tumenggungan dengan dana Rp 52 miliar, Pasar Prembun Rp 4 mi...liar, Pasar Karanganyar Rp 7 miliar, Pasar Jatisari Rp3,5 miliar, dan Pasar Tlogopragoto MiritRp 1,6 miliar.
Sebelumnya, ada empat pasar tradisional dibangun yakni Alian, Ambal, Ayah dan Pasar Plumbon.
"Mudah-mudahan hingga selesainya pembangunan pasar tradisional pada tahun ini bisa berjalan lancar," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Kebumen, H Azam Fatoni SH MSi seperti dikatakan Kabid Pengelolaan Pasar Sigit Basuki S.Sos.
Pihaknya mengaku merencanakan membangun 7 pasar tradisional lainnya pada 2013. Prosesnya baru pembuatan Detail Enginering Design (DED).
Mengenai jumlah dananya belum diketahuijelas. Khusus untuk Pasar Petanahan yang ikut dibangun pada 2013, mengingat sempat ditolak sejumlah pedagang. Namun belakangan, pedagang menarik kembali penolakan itu.
Tahun Berikutnya.
Kini, pedagang Pasar Petanahan justru getol meminta kepada Pemkab agar pasartersebut dibangun.
Sayangnya dana Rp 5 M yang sedianya digunakan untuk membangun Pasar Petanahan pada 2012 sudah ditarik ke kasdaerah. Akibatnya harus menunggu hinggatahun berikutnya.
Bupati H Buyar Winarso SE mengemukakan, kebijakan yang diambil dalam pembangunana pasar tradisional tersebut sangat menggantungkan pedagang.
Pasalnya, saat penemnpatan nanti pedagang tidak dipuntut biaya alias gratis. Hal itu berbeda dengan kebijakan daerah-daerah lain. Peran strategis pasar yakni sebagai wadah bagi UMKM, distribusi bahan pokok, indikator harga, sumber pendapatan asli daerah, dan interaksi sosial.
Sigit Basuki menambahkan, gencarnya Pemkab membangun pasar tradisional itu untuk mengimbangi pasar modern yang tumbuh bak jamur di musim penghujan. Selain maningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, pembangunan pasar tersebut juga untuk meningkatkan daya saing.
Perekonomian tradisional yang ada selama ini kondisinya sudah tua dan rusak, serta fasilitas umum kurang memadai, dan tingkat keamanan masih rendah. Karena itu, dalam pembangunan pasar tradisional tersebut dikonsep sedemikian kokoh dan apik. (K5-52/SM)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
Sebelumnya, ada empat pasar tradisional dibangun yakni Alian, Ambal, Ayah dan Pasar Plumbon.
"Mudah-mudahan hingga selesainya pembangunan pasar tradisional pada tahun ini bisa berjalan lancar," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Kebumen, H Azam Fatoni SH MSi seperti dikatakan Kabid Pengelolaan Pasar Sigit Basuki S.Sos.
Pihaknya mengaku merencanakan membangun 7 pasar tradisional lainnya pada 2013. Prosesnya baru pembuatan Detail Enginering Design (DED).
Mengenai jumlah dananya belum diketahuijelas. Khusus untuk Pasar Petanahan yang ikut dibangun pada 2013, mengingat sempat ditolak sejumlah pedagang. Namun belakangan, pedagang menarik kembali penolakan itu.
Tahun Berikutnya.
Kini, pedagang Pasar Petanahan justru getol meminta kepada Pemkab agar pasartersebut dibangun.
Sayangnya dana Rp 5 M yang sedianya digunakan untuk membangun Pasar Petanahan pada 2012 sudah ditarik ke kasdaerah. Akibatnya harus menunggu hinggatahun berikutnya.
Bupati H Buyar Winarso SE mengemukakan, kebijakan yang diambil dalam pembangunana pasar tradisional tersebut sangat menggantungkan pedagang.
Pasalnya, saat penemnpatan nanti pedagang tidak dipuntut biaya alias gratis. Hal itu berbeda dengan kebijakan daerah-daerah lain. Peran strategis pasar yakni sebagai wadah bagi UMKM, distribusi bahan pokok, indikator harga, sumber pendapatan asli daerah, dan interaksi sosial.
Sigit Basuki menambahkan, gencarnya Pemkab membangun pasar tradisional itu untuk mengimbangi pasar modern yang tumbuh bak jamur di musim penghujan. Selain maningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, pembangunan pasar tersebut juga untuk meningkatkan daya saing.
Perekonomian tradisional yang ada selama ini kondisinya sudah tua dan rusak, serta fasilitas umum kurang memadai, dan tingkat keamanan masih rendah. Karena itu, dalam pembangunan pasar tradisional tersebut dikonsep sedemikian kokoh dan apik. (K5-52/SM)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!