KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Kelurahan Panjatan, Kecamatan Karanganyar, Kebumen menyediakan Pil Mandul. Pil tersebut sanggup menekan perkembang biakan tikus yang saat ini menyerang tanaman padi di sejumlah daerah. Akibat serangan hama tersebut, diperkirakan produksi padi tahun ini mengalami penurunan hingga 50 persen."Karena itu, kami maju sendiri untuk memberikan pelatihan-pelatihan kepada kelompok tani, disertai dengan praktek penanganan hama tanaman," kata Ketua P4S, Purnomo Singgih, kemarin.
Pada saat itu ia tengah memberikan pelatihan pertanian organik di Balai RW 2 Desa Sidomukti, Kecamatan Adimulyo. Dalam kesempatan tersebut disampaikan mengenai pil mandul untuk menekan perkembang biakan tikus.
Sebelumnya diberitakan, seluas 313 ha tanaman padi diserang tikus. Terparah di wilayah Kecamatan Kebumen seluas 129 ha. Disusul kemudian wilayah Kecamatan Kuwarasan seluas 99 ha.
Serangan hama tersebut mengancam tanaman padi seluas 1.226 ha di empat kecamatan yakni Kuwarasan 118 ha, Adimulyo 325 ha, Kebumen 359 ha, Kutowinangun 279 ha dan Puring 145 ha.
Pemberantasan tikus yang dianjurkan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kebumen yakni menggunakan sistem gropyokan serta menggunakan racun Tiran 58PS dan alat Alpostran.
Terlalu Mahal
Namun, menurut Purnomo Singgih, obat hama tersebut terlalu mahal. Satu butir seharga Rp 3.500 untuk 1 liang."Untuk pil Mandul yang kami sediakan ini gratis. Dan, 1 kg pil mandul bisa digunakan untuk lahan 1 hektare," imbuhnya.
Pihaknya pun gencar memberikan pelatihan kepada para petani agar secara mandiri membuat pil tersebut. Pil yang terbuat dari bahan bekatul, gadung, tepung ikan, dan kemiri itu dicetak berbentuk pil.
Selanjutnya dikeringkan dan dipasang di rumah-rumah tikus. Tikus yang makan pil tersebut langsung tidak bisa berkembang biak selamanya. "Kami keliling ke desa-desa untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan secara gratis," imbuh Purnomo Singgih.
Sementara itu, selain tikus yang merusak tanaman, cuara yang tidak menentu akhir-akhir ini juga mempengaruhi tanaman padi. Hal itu diungkapkan Ketua Forum Paras Giri Aji Kabupaten Kebumen, Gunung Wiryanto yang mengaku telah mengecek kondisi tanaman padi disejumlah tempat wilayah Kecamatan Karanggayam, Karangsambung dan Kecamatan Sadang.
Menurutnya, tanaman padi di daerah pegunungan tersebut tampak pecah-pecah. "Jika ini didiamkan, kami khawatir tanaman tersebut akan puso," jelasnya. Karena itu, Gunung berharap agar pihak terkait mendindaklanjuti hal tersebut. (K5-86/suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
mas dan mbak minta alamat facebooknya Ir Purnomo Singgih (p4S Panjatan karanganyar) dong... mau konsul nih..
ReplyDeletePost a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!