KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Tabung elpiji (LPG) 3 kilogram yang diduga palsu beredar di Kabupaten Kebumen. Masyarakat pun diimbau waspada karena tabung tersebut diduga kuat tidak berstandar nasional Indonesia (SNI) sehingga berbahaya jika digunakan.Temuan itu setelah Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagsar) turun lapangan begitu ada masyarakat yang mengeluh tabungnya tidak bisa ditukar.
Disperindagsar sedikitnya mengamankan 40 tabung yang diduga palsu dari sejumlah pengecer dan masyarakat di Kota Kebumen. Sebagian tabung baru yang belum pernah diisi gas, lainnya sudah pernah terisi, dan ada yang masih berisi gas.
"Tabung yang diindikasikan palsu, kami amankan untuk penyelidikan lebih lanjut. Tabung itu juga akan dikirim ke Semarang untuk diuji di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah," jelas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Disperindagsar Kabupaten Kebumen, Agung Patuh, Selasa (12/6).
Secara fisik, tabung gas yang diduga palsu warnanya lebih tua atau lebih muda, besi tangkainya tipis, sambungan lasnya tidak rata atau kasar, serta tinggi dan bentuknya sedikit lebih kecil.
"Perbedaan mencolok ketika ditimbang. Tabung gas yang diduga palsu, berat kosong hanya 4,73 kilogram atau lebih ringan dari tabung asli yang berat rata-ratanya mencapai 5 kilogram," ungkap Agung Patuh. (Suk/krjogja)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!