KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Demonstrasi menolak kawasan pertahanan dan keamanan (hankam) serta wilayah pertambangan pasir besi di Urut Sewu diwarnai tindakan anarkis, Selasa (19/6).
Massa datang dengan mengendarai motor serta menggunakan empat truk dan empat pikap. Sejumlah orang spontan mengamuk, sesaat setelah tiba di depan pintu masuk Kantor Pemkab dan DPRD Kabupaten Kebumen.
Mereka yang menerobos barikade kawat berduri itu memecah kaca pos penjagaan Satpol PP, yang berada di kanan kiri bangunan joglo pintu masuk tersebut. Pagar besi juga ikut diseret hingga roboh.
Akibat tindakan tersebut, dua polisi yakni Bripda Ikhsananda Putra dan Bripda Wahyu Aji Widodo, terluka. Keduanya yang mengalami luka sobek terkena serpihan pecahan kaca pada wajah, dan tubuhnya tertimpa pagar besi itu, langsung dilarikan ke RSUD Kebumen.
Hingga berita ini diturunkan dua polisi itu masih diopname di rumah sakit. Kasat Reskrim Polres Kebumen AKP Purwanto Hae Widodo yang mengalami luka patah pada salah satu jari manisnya hanya rawat jalan. Begitu juga petugas lainnya, baik polisi maupun Satpol PP yang mengalami luka lecet-lecet mendapat rawat jalan.
Unjuk rasa tersebut mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian. Selain dari personel Polres Kebumen, pengamanan demo itu juga mendapat bantuan dari Brimob Kutoarjo, Solo, dan Purwokerto. Total petugas yang diterjunkan sekitar 500 personel, sedangkan pengunjuk rasa sekitar 700 orang.
Massa bergerak dari pantai selatan Kebumen melewati Jalan Raya Kutowinangun. Polisi berjaga di Kedungbener menyambut iring-iringan para demonstran. Selanjutnya petugas mengawal hingga Kantor Pemkab dan DPRD Kabupaten Kebumen.
Arus Macet
Namun, para demonstran yang diarahkan melewati kota itu malah belok ke Jalan Tentara Pelajar menuju Jalan Sarbini. Selanjutnya melewati Jalan Kusuma dan berhenti di Tugu Walet Kebumen. Akibatnya, arus lalu lintas macet. Sejumlah perwakilan pengunjuk rasa melakukan orasi. Di antaranya Widodo Sunu Nugroho dan Seniman.
Di tengah-tengah kerumunan massa terdapat bendera PMII dan bendera merah putih yang dipasang di bambu runcing. Tampak Kapolres Kebumen AKBP Heru Trisasono SIK MSi dan Wakapolres Kompol Agung Arisetyawan Adhi SH SIK ikut mengamankan aksi tersebut.
Hingga sekitar 15 menit berorasi, massa bergerak menuju Kantor Pemkab dan DPRD Kabupaten Kebumen. Di tempat yang sudah dipasang barikade kawat berduri tersebut, sejumlah pengunjuk rasa melakukan tindakan anarkis hingga mengakibatkan korban luka pada petugas.
Tampak Wadir Sabhara Polda Jateng, AKBP Edi Suroso berada di lokasi kejadian. "Warga Urut Sewu hanya ingin rasa aman. Jangan dinodai oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," kata Seniman.
Widodo Sunu Nugroho menambahkan, rasa aman yang bisa diterima yakni dengan menetapkan kawasan Urut Sewu sebagai wilayah pertanian dan pariwisata.
Kapolres Kebumen AKBP Heru Trisasono SIK MSi menegaskan, malam sebelumnya perwakilan pengunjuk rasa sudah menemui Bupati Buyar Winarso. Dan mereka sanggup melakukan aksi secara damai. "Kami juga sudah mengimbau agar dalam menyampaikan aspirasi itu dilakukan secara damai dan tidak anarkis," tegasnya. (K5-86/suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
Massa datang dengan mengendarai motor serta menggunakan empat truk dan empat pikap. Sejumlah orang spontan mengamuk, sesaat setelah tiba di depan pintu masuk Kantor Pemkab dan DPRD Kabupaten Kebumen.
Mereka yang menerobos barikade kawat berduri itu memecah kaca pos penjagaan Satpol PP, yang berada di kanan kiri bangunan joglo pintu masuk tersebut. Pagar besi juga ikut diseret hingga roboh.
Akibat tindakan tersebut, dua polisi yakni Bripda Ikhsananda Putra dan Bripda Wahyu Aji Widodo, terluka. Keduanya yang mengalami luka sobek terkena serpihan pecahan kaca pada wajah, dan tubuhnya tertimpa pagar besi itu, langsung dilarikan ke RSUD Kebumen.
Hingga berita ini diturunkan dua polisi itu masih diopname di rumah sakit. Kasat Reskrim Polres Kebumen AKP Purwanto Hae Widodo yang mengalami luka patah pada salah satu jari manisnya hanya rawat jalan. Begitu juga petugas lainnya, baik polisi maupun Satpol PP yang mengalami luka lecet-lecet mendapat rawat jalan.
Unjuk rasa tersebut mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian. Selain dari personel Polres Kebumen, pengamanan demo itu juga mendapat bantuan dari Brimob Kutoarjo, Solo, dan Purwokerto. Total petugas yang diterjunkan sekitar 500 personel, sedangkan pengunjuk rasa sekitar 700 orang.
Massa bergerak dari pantai selatan Kebumen melewati Jalan Raya Kutowinangun. Polisi berjaga di Kedungbener menyambut iring-iringan para demonstran. Selanjutnya petugas mengawal hingga Kantor Pemkab dan DPRD Kabupaten Kebumen.
Arus Macet
Namun, para demonstran yang diarahkan melewati kota itu malah belok ke Jalan Tentara Pelajar menuju Jalan Sarbini. Selanjutnya melewati Jalan Kusuma dan berhenti di Tugu Walet Kebumen. Akibatnya, arus lalu lintas macet. Sejumlah perwakilan pengunjuk rasa melakukan orasi. Di antaranya Widodo Sunu Nugroho dan Seniman.
Di tengah-tengah kerumunan massa terdapat bendera PMII dan bendera merah putih yang dipasang di bambu runcing. Tampak Kapolres Kebumen AKBP Heru Trisasono SIK MSi dan Wakapolres Kompol Agung Arisetyawan Adhi SH SIK ikut mengamankan aksi tersebut.
Hingga sekitar 15 menit berorasi, massa bergerak menuju Kantor Pemkab dan DPRD Kabupaten Kebumen. Di tempat yang sudah dipasang barikade kawat berduri tersebut, sejumlah pengunjuk rasa melakukan tindakan anarkis hingga mengakibatkan korban luka pada petugas.
Tampak Wadir Sabhara Polda Jateng, AKBP Edi Suroso berada di lokasi kejadian. "Warga Urut Sewu hanya ingin rasa aman. Jangan dinodai oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," kata Seniman.
Widodo Sunu Nugroho menambahkan, rasa aman yang bisa diterima yakni dengan menetapkan kawasan Urut Sewu sebagai wilayah pertanian dan pariwisata.
Kapolres Kebumen AKBP Heru Trisasono SIK MSi menegaskan, malam sebelumnya perwakilan pengunjuk rasa sudah menemui Bupati Buyar Winarso. Dan mereka sanggup melakukan aksi secara damai. "Kami juga sudah mengimbau agar dalam menyampaikan aspirasi itu dilakukan secara damai dan tidak anarkis," tegasnya. (K5-86/suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!