KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - APBD Kabupaten Kebumen menganggarkan Rp 204 juta untuk kegiatan droping air bersih. Anggaran itu akan ditambah Rp 46 juta dari APBD Perubahan, sehingga total anggaran untuk membantu puluhan ribu warga yang kesulitan air bersih selama musim kemarau menjadi Rp 250 juta.Hanya saja, kebijakan baru yang mewajibkan kendaraan milik pemerintah menggunakan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus menghitung ulang kemampuan anggaran yang tersedia.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kebumen Drs Muhyidin mengatakan, anggaran Rp 204 juta dan Rp 46 juta sedianya untuk droping air bersih sebanyak 2.160 tanki.
"Hitungan itu saat masih bisa menggunakan BBM subsidi. Tetapi setelah ada kewajiban menggunakan BBM nonsubsidi, kami harus menghitung ulang kemampuan melakukan droping dengan anggaran yang tersedia," terang Muhyidin, Senin kemarin.
Menurutnya, BPBD sampai saat ini belum menjadwalkan droping air bersih. Pengalaman musim kemarau tahun lalu, kesulitan air bersih dialami puluhan ribu warga yang tersebar di 80 desa yang ada 16 kecamatan. "Tahun lalu, droping air bersih dilakukan mulai pertengahan Juli. Untuk saat ini, masih tahap pendataan," jelas Muhyidin. (Suk/krjogja)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!