PNPM Kecamatan Sruweng Dinilai Berhasil

SRUWENG (www.beritakebumen.info) - PNPM yang berjalan sejak tahun 2009 di Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, cukup berhasil dalam penanggulangan kemiskinan di wilayah tersebut. Meski begitu, dana PNPM belum terserap 100 persen. Bahkan ada tunggakan pinjaman sebesar Rp 25 juta.

Camat Sruweng Mulyadi SH, Selasa (29/5), mengungkapkan, keberhasilan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan di wilayahnya antara lain, mengurangi rumah tidak layak huni dengan program pemugaran rumah tidak layak huni keluarga miskin yang semula jumlahnya sebanyak 1.336 unit.

Selain itu, memperlancar mobilitas warga pedesaan dengan membangun jembatan sepanjang 21 meter di 2 desa, jalan rabat beton 20.092 meter di 14 desa, perkerasan jalan 3.200 meter di 4 desa, dan talud jalan 896 meter di 6 desa. Serta membangun saluran irigasi 3.300 meter dan drainase 4.387 meter di sejumlah desa.

"PNPM juga menyentuh pendidikan dengan membangun gedung pendidikan anak usia dini dan TK di 20 desa, serta gedung kesehatan desa di 6 desa. Demikin pula pelatihan ketrampilan ekonomi yang dilakukan di semua desa di Kecamatan Sruweng yang berjumlah 21 desa," ungkap Mulyadi seraya mengatakan 6.128 KK di wilayahnya masih tergolong keluarga miskin.

Hanya saja diakui, dana PNPM belum terserap 100 persen karena masih ada Rp 400 juta yang masih tersimpan di bank. Mulyadi juga prihatin ada tunggakan pinjaman sebesar Rp 25 juta di sejumlah kelompok SPP di Desa Sidoharjo, Tanggeran, Pandansari, dan Penusupan.

"Kami berharap semua desa merencanakan dan melaksanakan kegiatan dengan baik agar penanggulangan kemiskinan bisa berhasil dengan baik," tegas Mulyadi kepada seluruh kepala desa yang hadir di Balai Desa Sruweng saat penyerahan bantuan sosial dari dana surplus simpan pinjam kelompok perempuan (SPP) untuk memugar 21 rumah tidak layak huni yang tersebar di 19 desa, dan santunan kepada 84 jompo dari keluarga miskin yang ada di 21 desa.

Pugar 21 Rumah Tidak Layak Huni

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, memugar 21 rumah tidak layak huni dengan dana surplus simpan pinjam kelompok perempuan (SPP). Surplus SPP juga dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk santunan kepada para jompo dari keluarga miskin.

Rumah yang akan dipugar tersebar di 19 desa. Setiap rumah mendapat bantuan Rp 4 juta. Sedangkan santunan sebesar Rp 150 ribu setiap jompo, diberikan kepada 84 jompo yang ada di 21 desa. Penyerahannya dipusatkan di Balai Desa Sruweng, Selasa (29/5).

"Dana pemugaran rumah diberikan sebagai stimulans untuk membantu masyarakat yang siap gotong royong," jelas Camat Sruweng Mulyadi SH seraya mengatakan, jumlah rumah tidak layak huni di wilayahnya tercatat masih 1.336 unit.

Menurutnya, tahun ini jumlah rumah yang dipugar serta jumlah jompo yang menerima santunan, jauh lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Tahun lalu, hanya 10 rumah yang dipugar, dan 63 jompo yang diberi santunan. (Suk/krjogja)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

أحدث أقدم