AYAH (The Independent News) - Pembangunan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Logending, Ayah dinilai tidak transparan. Meski sudah dimulai sejak 9 April lalu, plakat informasi/sosialisasi proyek, jumlah anggaran yang dikelola, serta informasi lain terkait pembangunan ini belim juga terpampang. Pihak pelaksana proyek dinilai tidak memenuhi aturan pengerjaan proyek milik pemerintah.
Koordinator Pengawasan dan Pengembangan Masyarakat terkait pembangunan PPI Ayah, Hasyim menyayangkan kondisi tersebut. Terlebih proyek pembangunan PPI Ayah memakan anggaran yang cukup besar yakni Rp 76 miliar yang bersumber dari APBN.
Menurut kepala dusun Desa/Kecamatan Ayah, Sigit Setiawan, sosialisasi kepada warga sekitar sangatlah minim. Sosialisasi pembangunan PPI memang pernah dilakukan, namun anehnya hanya empat orang yang diundang.
Anehnya lagi, PT Moderla Teknik Perkasa adalah yang tercatat sebagai pemenang tender pembangunan PPI Ayah. Namun pelaksanaan dilapangan justru dilakukan pekerja dari salah satu penyedia jasa konstruksi di Kebumen. Padahal rekanan lokal tersebut tidak tercantum namanya dalam daftar pelaksana.
Kejdian tersebut mengundang perhatian Lembaga Kontrol dan Advokasi Masyarakat (ELKAM) Kebumen untuk ikut mendampingi dan mengawasi. Menurut Budi, salah satu anggota ELKAM, seharusnya pihak pelaksana proyek membuat kantor sebagai tempat informasi dan sebagainya. Hal itu merupakan salah satu aturan pengerjaan proyek pemerintah, mengingat jumlah anggaran proyek yang besar.
Warga semakin curiga ketika salah satu orang, yang katanya ditunjuk sebagai kepercayaan pelaksana proyek PT MTP, mengaku tidak tahu menahu tentang proyek tersebut. (bk01/ben/keks)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
Koordinator Pengawasan dan Pengembangan Masyarakat terkait pembangunan PPI Ayah, Hasyim menyayangkan kondisi tersebut. Terlebih proyek pembangunan PPI Ayah memakan anggaran yang cukup besar yakni Rp 76 miliar yang bersumber dari APBN.
Menurut kepala dusun Desa/Kecamatan Ayah, Sigit Setiawan, sosialisasi kepada warga sekitar sangatlah minim. Sosialisasi pembangunan PPI memang pernah dilakukan, namun anehnya hanya empat orang yang diundang.
Anehnya lagi, PT Moderla Teknik Perkasa adalah yang tercatat sebagai pemenang tender pembangunan PPI Ayah. Namun pelaksanaan dilapangan justru dilakukan pekerja dari salah satu penyedia jasa konstruksi di Kebumen. Padahal rekanan lokal tersebut tidak tercantum namanya dalam daftar pelaksana.
Kejdian tersebut mengundang perhatian Lembaga Kontrol dan Advokasi Masyarakat (ELKAM) Kebumen untuk ikut mendampingi dan mengawasi. Menurut Budi, salah satu anggota ELKAM, seharusnya pihak pelaksana proyek membuat kantor sebagai tempat informasi dan sebagainya. Hal itu merupakan salah satu aturan pengerjaan proyek pemerintah, mengingat jumlah anggaran proyek yang besar.
Warga semakin curiga ketika salah satu orang, yang katanya ditunjuk sebagai kepercayaan pelaksana proyek PT MTP, mengaku tidak tahu menahu tentang proyek tersebut. (bk01/ben/keks)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE

إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!