KEBUMEN (The Independent News) - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SD/MI/SDLB di Kabupaten Kebumen berjalan lancar. Namun sehari sebelum pelaksanaan UN, sempat ada kekurangan lembar soal dan lembar jawaban. Kekurangan dengan jumlah yang bervariasi, terjadi di 19 Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari 26 UPT Dikpora Kabupaten Kebumen.
"Beruntung segera dicukupi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah melalui kurir meski sampai di Kebumen Senin (7/5) dini hari sekitar pukul 02.30," ungkap Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Kebumen, Suwardjo SPd, seusai melakukan pantauan di hari pertama pelaksaan UN, Senin (7/5).
Di Kabupaten Kebumen, sebanyak 23.920 siswa terdaftar sebagai peserta UN. Namun sejumlah siswa sudah dipastikan tidak lulus karena keluar sekolah sebelum mengikuti UN.
"Dari siswa yang terdaftar sebagai peserta UN, ada 8 siswa SD dan 1 siswa MI keluar sekolah sebelum UN. Mereka jelas tidak lulus sekolah. Selain itu, ada 1 siswa SD pindah sekolah, dan 1 siswa SD meninggal dunia," jelas Suwardjo.
Siswa peserta UN tersebar di 788 SD Negeri, 14 SD swasta, 4 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri, 96 MI swasta, 1 SDLB Negeri, dan 2 SDLB swasta. Untuk siswa SDLB peserta UN, hanya ada 1 siswa SDLB bagian A (tunanetra), dan 8 siswa SDLB bagian B (tunarungu). "Sedangkan SDLB bagian C atau tunagrahita, ada 16 siswa. Namun mereka tidak UN, hanya ujian sekolah," terang Suwardjo. (Suk/krjogja)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
"Beruntung segera dicukupi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah melalui kurir meski sampai di Kebumen Senin (7/5) dini hari sekitar pukul 02.30," ungkap Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Kebumen, Suwardjo SPd, seusai melakukan pantauan di hari pertama pelaksaan UN, Senin (7/5).
Di Kabupaten Kebumen, sebanyak 23.920 siswa terdaftar sebagai peserta UN. Namun sejumlah siswa sudah dipastikan tidak lulus karena keluar sekolah sebelum mengikuti UN.
"Dari siswa yang terdaftar sebagai peserta UN, ada 8 siswa SD dan 1 siswa MI keluar sekolah sebelum UN. Mereka jelas tidak lulus sekolah. Selain itu, ada 1 siswa SD pindah sekolah, dan 1 siswa SD meninggal dunia," jelas Suwardjo.
Siswa peserta UN tersebar di 788 SD Negeri, 14 SD swasta, 4 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri, 96 MI swasta, 1 SDLB Negeri, dan 2 SDLB swasta. Untuk siswa SDLB peserta UN, hanya ada 1 siswa SDLB bagian A (tunanetra), dan 8 siswa SDLB bagian B (tunarungu). "Sedangkan SDLB bagian C atau tunagrahita, ada 16 siswa. Namun mereka tidak UN, hanya ujian sekolah," terang Suwardjo. (Suk/krjogja)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!