21.829 Hektare Lahan Terancam Kritis

KEBUMEN (The Independent News) - Lahan seluas 21.829,32 hektare di Kabupaten Kebumen membutuhkan perhatian semua pihak karena berpotensi menjadi kritis hingga sudah dalam kondisi kritis. Lahan seluas itu merupakan hutan negara dan hutan rakyat.

Menurut Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Ir Hj Siti Kharisah MM, kondisi lahan kritis terjadi akibat pola tebang butuh masih membudaya di masyarakat. Karena itu, pihaknya berupaya mengubah menjadi tebang pilih, serta menanam 5 hingga 10 pohon sebelum menebang 1 pohon.

"Yang masih terjadi di masyarakat, setiap membutuhkan kayu atau biaya, langsung menebang pohon tanpa diimbangi dengan menanam pohon terlebih dahulu," ujar Kharisah.

Pada hutan negara, Kharisah mengaku sudah berkoordinasi dengan Perhutani. Sedangkan pada lahan hutan rakyat, dilakukan dengan rehabilitasi lahan kritis. Di tahun 2012, rehabilitasi lahan kritis dengan dana alokasi khusus (DAK) menjangkau 375 hektare dengan jumlah bibit 148.500 batang, serta pembangunan 10 dam penahan.

Program lain, membuat 42 kebun bibit rakyat dengan dana APBN yang mampu menghasilkan 1.680.000 bibit dari berbagai jenis tanaman. APBD Kebumen sendiri, mengalokasikan anggaran untuk pengadaan 120.000 batang. Sedangkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membantu 14.000 batang.

Karena luasnya lahan, tidak mungkin meningkatkan kualitas sumberdaya hutan di lahan seluas 21.829,32 hektare tersebut mampu dilakukan dalam waktu singkat. "Paling tidak membutuhkan waktu 20 tahun," tandas Kharisah. (Suk/krjogja)


=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

أحدث أقدم