| (Warga Kebumen Sedang Membatik, Foto: mustikajikebumen) |
"Bila dirata-ratakan penghasilan kami saat ini baru sekitar Rp 10.000 sampai Rp 15.000 per harinya," jelas Atminatun, pembatik Dukuh Lengkong Desa Jemur Kecamatan Pejagoan Kebumen, di rumahnya, Jum'at (27/4).
Atminatun yang juga anggota kelompok Perajin Batik "Mawar" di desanya itu menjelaskan, dirinya biasa mengerjakan order membatik kualitas halus pada selembar kain katun, tenun atau sutera. Bila membatik pada kain katun dirinya bisa menyelesaikan sampai 1 bulan dengan upah Rp 180.000 per lembar. Sedangkan pada kain tenun atau kain sutera Rp 250.000 per lembar yang bisa diselesaikannya dalam waktu 1,5 sampai 2 bulan.
Sedangkan untuk penggarapan batik kualitas sedang pada kain katun menurut Aminah, rekan Atminatun, upah yang diterimanya sebesar Rp 90.000 per lembar. Order tersebut biasanya diselesaikannya dalam waktu 7 sampai 10 hari.
"Upah pembatik itu hanya khusus untuk pembuatan gambar dengan malam. Sedangkan untuk pembuatan pola Rp 10.000 per lembar dan perwarna Rp 10.000 per lembar kain," jelas Ketua Kelompok Perajin Batik "Mawar" Dukuh Lengkong yang juga memiliki usaha batik tulis khas Kebumen, Wahyuni.
Pemberian upah menurut Wahyuni akan mempengaruhi harga jual batik. Karena itu, untuk menekan harga jual batik agar tidak terlalu tinggi memang harus ada unsur pengorbanan dari para pembatik. Sedangkan dari sisi pembelian bahan baku untuk pembuatan selembar kain batik katun saat ini mencapai Rp 100.000 per lembar. (bkb01/kedaulatan rakyat)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!