KEBUMEN (The Independent News) - Jumlah penderita gangguan jiwa di Kebumen hingga Desember 2011 menduduki peringkat ke-2 terbanya di Provinsi Jawa Tengah. Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen menunjukkan, jumlahnya sekitar 946 jiwa. Yang lebih memprihatinkan lagi, 49 jiwa diantaranya ditangani pihak keluarga dengan cara dipasung.
Hal tersebut membuat sejumlah kalangan termasuk Bupati dan Wakil Bupati Kebumen merasa prihatin. Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Djuwarni,Amd.Pd, Bupati mengatakan seluruh pihak harus berperan dan peduli terhadap permasalahan kesehatan di jiwa di lingkungannya masing-masing. Sambutan tersebut disampaikan pada pertemuan pendampingan kesehatan jiwa di ruang jatijajar,Komplek rumah dinas bupati, Selasa( 17/4) lalu.
Berbagai upaya telah dilaksanakan Pemkab Kebumen untuk menangani masalah gangguan jiwa. Di antaranya dengan memebentuk Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat, Pertemuan refreshing kesehatan jiwa tiap tahun untuk Puskesmas,pelatihan Deteksi Dini Gangguan Jiwa dan Penatalaksanaan, serta dengan menunjuk 2 Puskesmas yaitu Puskesmas Pejagoan dan Puskesmas Kutowinangun untuk Program Puskesmas Unggulan Jiwa.
Ketua rombongan Tim Pendampingan Kesehatan Jiwa Propinsi Jawa Tengah dr Joko Wardiyanto,M.Kes mengatakan "Terkait masalah pemasungan, memang dibutuhkan kepedulian dari seluruh pihak. Mulai tokoh masyarakat hingga pihak pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) harus selalu memantau jika ada korban pasung di wilayahnya".
Pertemuan yang dilaksanakan di Komplek Rumah Dinas tersebut bertujuan untuk menyatukan persepsi sekaligus koordinasi terkait penanganan kesehatan jiwa di Propinsi Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten kebumen dalam rangka mensukseskan Program “Jateng Bebas Pasung 2012.
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE

Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!