KEBUMEN (The Independent News) - Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kebumen melakukan sidak ke delapan sekolah. Kegiatan selama dua hari tersebut untuk mengantisipasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Delapan sekolah tersebut yakni SMK Cipta Karya Prembun, SMA N 1 Mirit, SMAN 1 Buluspesantren, SMK Batik Sakti 1, SMK Nawa Bhakti, SMA Muhammadiyah Gombong, SMK Ma'arif 5 Gombong dan SMK Ma'arif 6 Ayah.
Dalam penggeledahan, petugas memeriksa isi tas, dompet dan saku. Selain melibatkan petugas dari kantor Kesbangpol, sidak tersebut juga menggandeng Polres, Kodim, Dinkes, Kemenag, Satpol PP, serta Dikpora. Ikut pula dalam sidak, Wakil Bupati, Djuwarni AmdPd.
Petugas melakukan tindakan preventif kepada para siswa agar tidak terjerumus pada penyalahgunaan narkoba. Selain antisipasi penyalahgunaan narkoba, penggeledahan juga menyangkut hal-hal lain seperti membawa senjata tajam, minuman keras, rokok, dan alat kontrasepsi kondom.
Mandiri
Hasilnya, petugas tidak menemukan barang-barang yang membahayakan. Kendati demikian, ketika mengecek HP dan laptop, petugas menemukan konten pornografi. Menurut Kepala Kesbangpol Milyono, hal tersebut menjadi perhatian serius petugas untuk memberi masukan ke pihak sekolah agar secara mandiri melakukan razia tas dan barang elektronik tersebut. "Bagi siswa yang terjaring razia langsung diserahkan kepada pihak sekolah untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut dan jika perlu direkomendasikan diberikan sanksi," imbuhnya.
Di sela-sela sidak tersebut, Djuwarni menyampaikan, tingkat kenakalan remaja di kalangan pelajar akhir-akhir ini meningkat tajam. "Dan sebagian kenakalan remaja tersebut karena faktor penyalahgunaan narkotika seperti miras," katanya.
Selain itu, penyebaran pornografi yang merajalela melalui media-media jejaring sosial elektronik yang menyebabkan banyak remaja gagal menempuh studi dan terjerumus ke tindakan kriminal seperti pencurian, perkelahian, tawuran dan pemerkosaan.
Kegiatan sidak kali ini diketuai oleh Pawito SE selaku Kasi Ideologi dan Kewaspadaan Kantor Kesbangpol yang membidangi kegiatan pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).
Kepala Sekolah SMK Batik Sakti Drs Sugeng Sucipto menyambut baik kegiatan tersebut. Pihaknya berharap agar razia dilaksanakan minimal 2 kali dalam setahun dan rutin dilakukan di seluruh sekolah, sehingga para siswa akan berpikir ulang jika hendak membawa atau melakukan kegiatan-kegiatan negatif di sekolah.
Masih dikatakan Milyono, sidak tersebut akan menjadi agenda rutin Badan Narkotika Kabupaten yang difasilitasi oleh Kantor Kesbangpol untuk menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. "Kegiatan ini bisa dilakukan sewaktu-waktu jika dipandang perlu dan dibutuhkan (insidentil), tidak terbatas pada kalangan pelajar saja bila dimungkinkan juga kepada khalayak umum dan PNS," jelasnya. (K5-53/suaramerdeka )
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
Dalam penggeledahan, petugas memeriksa isi tas, dompet dan saku. Selain melibatkan petugas dari kantor Kesbangpol, sidak tersebut juga menggandeng Polres, Kodim, Dinkes, Kemenag, Satpol PP, serta Dikpora. Ikut pula dalam sidak, Wakil Bupati, Djuwarni AmdPd.
Petugas melakukan tindakan preventif kepada para siswa agar tidak terjerumus pada penyalahgunaan narkoba. Selain antisipasi penyalahgunaan narkoba, penggeledahan juga menyangkut hal-hal lain seperti membawa senjata tajam, minuman keras, rokok, dan alat kontrasepsi kondom.
Mandiri
Hasilnya, petugas tidak menemukan barang-barang yang membahayakan. Kendati demikian, ketika mengecek HP dan laptop, petugas menemukan konten pornografi. Menurut Kepala Kesbangpol Milyono, hal tersebut menjadi perhatian serius petugas untuk memberi masukan ke pihak sekolah agar secara mandiri melakukan razia tas dan barang elektronik tersebut. "Bagi siswa yang terjaring razia langsung diserahkan kepada pihak sekolah untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut dan jika perlu direkomendasikan diberikan sanksi," imbuhnya.
Di sela-sela sidak tersebut, Djuwarni menyampaikan, tingkat kenakalan remaja di kalangan pelajar akhir-akhir ini meningkat tajam. "Dan sebagian kenakalan remaja tersebut karena faktor penyalahgunaan narkotika seperti miras," katanya.
Selain itu, penyebaran pornografi yang merajalela melalui media-media jejaring sosial elektronik yang menyebabkan banyak remaja gagal menempuh studi dan terjerumus ke tindakan kriminal seperti pencurian, perkelahian, tawuran dan pemerkosaan.
Kegiatan sidak kali ini diketuai oleh Pawito SE selaku Kasi Ideologi dan Kewaspadaan Kantor Kesbangpol yang membidangi kegiatan pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).
Kepala Sekolah SMK Batik Sakti Drs Sugeng Sucipto menyambut baik kegiatan tersebut. Pihaknya berharap agar razia dilaksanakan minimal 2 kali dalam setahun dan rutin dilakukan di seluruh sekolah, sehingga para siswa akan berpikir ulang jika hendak membawa atau melakukan kegiatan-kegiatan negatif di sekolah.
Masih dikatakan Milyono, sidak tersebut akan menjadi agenda rutin Badan Narkotika Kabupaten yang difasilitasi oleh Kantor Kesbangpol untuk menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. "Kegiatan ini bisa dilakukan sewaktu-waktu jika dipandang perlu dan dibutuhkan (insidentil), tidak terbatas pada kalangan pelajar saja bila dimungkinkan juga kepada khalayak umum dan PNS," jelasnya. (K5-53/suaramerdeka )
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!