AYAH (The Independent News) - Pantai Pasir, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, diterjang gelombang pasang setinggi 4 hingga 7 meter, Jumat (20/4). Gelombang pasang yang membuat air laut naik hingga areal parkir perahu, mengakibatkan 5 perahu hilang, 3 perahu rusak berat, 8 perahu rusak sedang, dan 3 perahu rusak ringan.
Kerusakan perahu akibat saling bertubrukan ketika air laut mencapai real parkir perahu. Gelombang pasang yang masih terjadi hingga Jumat siang, juga menyeret 73 tingting jaring ciker (gillnet monofilament 2 inci) dan 100 tinting jaring sirang (gillnet multifdament 5 inci). Ketua Rukun Nelayan TPI Pasir, Dul Jalal, memperkirakan kerugian nelayan mencapai Rp 175 juta.
"Gelombang pasang yang terjadi sama sekali tak diduga sebelumnya. Pasalnya, pagi itu nelayan tengah bersiap-siap melaut dengan kondisi gelombang normal," jelas Dul Jalal bersama sekretarisnya, Sarno.
Diungkapkan, datangnya gelombang besar secara tiba-tiba dari arah timur. Nelayan yang semula hendak melaut, lari menyelamatkan diri. Namun kemudian kembali ke pantai untuk menyelamatkan perahu agar tidak hilang terseret ombak.
Komandan SAR Nelayan TPI Pasir, Mintar, dan Komandan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Kebumen, Sukamsi, menambahkan, upaya penyelamatan ratusan perahu dilakukan dengan cara menarik perahu menjauh ke pantai.
Upaya penyelamatan melibatkan sekitar 700 nelayan dan warga Desa Pasir. "Selama satu jam kami berjuang menyelamatkan perahu di tengah gelombang besar yang mengancam jiwa," ujar Mintar.
Nelayan dan warga juga berhasil menyelamatkan 9 perahu yang sempat terseret ombak hingga ke tengah laut. Sembilan perahu itu, ditarik ke darat dengan tali setelah kembali dihempas gelombang hingga ke dekat pantai.
"Talinya beberapa kali putus, namun semuanya bisa diselamatkan meski dalam kondisi rusak," jelas Mintar seraya mengatakan, perahu yang tidak terselamatkan terbuat dari kayu. (Suk/krjogja)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
Kerusakan perahu akibat saling bertubrukan ketika air laut mencapai real parkir perahu. Gelombang pasang yang masih terjadi hingga Jumat siang, juga menyeret 73 tingting jaring ciker (gillnet monofilament 2 inci) dan 100 tinting jaring sirang (gillnet multifdament 5 inci). Ketua Rukun Nelayan TPI Pasir, Dul Jalal, memperkirakan kerugian nelayan mencapai Rp 175 juta.
"Gelombang pasang yang terjadi sama sekali tak diduga sebelumnya. Pasalnya, pagi itu nelayan tengah bersiap-siap melaut dengan kondisi gelombang normal," jelas Dul Jalal bersama sekretarisnya, Sarno.
Diungkapkan, datangnya gelombang besar secara tiba-tiba dari arah timur. Nelayan yang semula hendak melaut, lari menyelamatkan diri. Namun kemudian kembali ke pantai untuk menyelamatkan perahu agar tidak hilang terseret ombak.
Komandan SAR Nelayan TPI Pasir, Mintar, dan Komandan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Kebumen, Sukamsi, menambahkan, upaya penyelamatan ratusan perahu dilakukan dengan cara menarik perahu menjauh ke pantai.
Upaya penyelamatan melibatkan sekitar 700 nelayan dan warga Desa Pasir. "Selama satu jam kami berjuang menyelamatkan perahu di tengah gelombang besar yang mengancam jiwa," ujar Mintar.
Nelayan dan warga juga berhasil menyelamatkan 9 perahu yang sempat terseret ombak hingga ke tengah laut. Sembilan perahu itu, ditarik ke darat dengan tali setelah kembali dihempas gelombang hingga ke dekat pantai.
"Talinya beberapa kali putus, namun semuanya bisa diselamatkan meski dalam kondisi rusak," jelas Mintar seraya mengatakan, perahu yang tidak terselamatkan terbuat dari kayu. (Suk/krjogja)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE

Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!