Gelombang Besar Pengaruhi Tangkapan Ikan

KEBUMEN (The Independent News) - Aktivitas nelayan Pantai Pasir, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, belum pulih menyusul gelombang besar yang terjadi dalam sepekan terakhir. Dari sekitar 600 perahu yang ada, tidak lebih dari 50 perahu yang melaut. Ikan pun sulit diperoleh sehingga banyak nelayan yang memilih libur melaut. Nelayan yang melaut hanya nelayan yang pemberani dengan risiko kapalnya terbalik diterjang gelombang besar. Sepinya ikan di laut, membuat hasil tangkapan tidak selalu seperti diharapkan. Seperti Anto (18) yang hanya mendapatkan 5 ekor bawal putih. Ketika dilelang, hasil tangkapannya selama beberapa jam di laut, laku Rp 130 ribu. "Hitungannya rugi karena untuk modal melaut Rp 150 ribu," ujar Anto, Senin (9/4).

Nasib baik dialami Darso (37) yang memperoleh uang hampir Rp 800 ribu dari lelang 7 kilogram ikan bawal putih yang berhasil ditangkap. Hanya saja, Darso harus menginap di tengah laut karena ia berangkat melaut pada hari Minggu (8/4).

Menurut petugas di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasir, Jamidi, dlam bulan April ini, gelombang besar membuat aktivitas nelayan tidak seramai bulan sebelumnya. "Sejak awal bulan hingga hari ini (9/4), hanya 3 hari yang ramai karena gelombangnya relatif tenang. Selebihnya gelombangnya besar sehingga hanya sedikit nelayan yang melaut," jelas Jamidi.

Diungkapkan, selama bulan Maret, rata-rata perhari nelayan Pasir mendaratkan 2,6 ton. Namun untuk bulan April ini, sangat minim. Tertinggi hanya 848 kilogram pada tanggal 2 April lalu. "Total ikan yang didaratkan nelayan Pasir pada bulan Maret mencapai 79,345 ton atau senilai Rp 1,466miliar," ujar Jamidi yang berharap gelombang kembali bersahabat. (Suk/Kedaulatan Rakyat)


=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

Previous Post Next Post