PONCOWARNO (The Independent News) - Masyarakat Desa Jembangan sangat mendukung pengembangan sektor pariwisata di desa itu. Salah satunya dilakukan oleh kelompok tani Sri Rejeki bekerjasama dengan Gerakan Nasional Kehutanan dan Lingkungan Nahdlatul Ulama (GNKLNU) Kebumen yang mulai merintis pengembangan Kampung Ternak. Konsep kampung ternak tersebut, di lahan kelompok tani akan dibangun kandang untuk membudidayakan hewan ternak seperti sapi maupun kambing secara terpadu. Selain itu, di area yang sudah dipagari itu pada siang hari ternak kambing jenis gibas itu akan dilepaskan.
"Pada mulanya kami akan memanfaatkan tanah seluas 1.200m2," ujar Manajer GNKLNU Kebumen M Sudjangi kepada Suara Merdeka di sela-sela peletakan batu pertama pembangunan Sekretariat Kampung Ternak di Desa Jembangan, Selasa (3/4).
Acara dihadiri Kepala Desa Jembangan Eko Setiono, perangkat desa dan para anggota Kelompok Tani Sri Rejeki. Sebelum dilakukan peletakan batu digelar doa bersama dan makan nasi tumpeng di lokasi pembangunan.
Sudjangi yang merupakan aktivis lingkungan itu menambahkan, sebagai dukungan atas kelestarian lingkungan, di area tersebut juga akan dikembangkan kebun bibit rakyat. Kebun bibit rakyat iru rencananya sebagai pusat pembibitan untuk berbagai tanaman untuk pemberdayaan masyarakat.
"Sebelumnya, dikawasan objek wisata Jembangan kami telah nenanam sebanyak 4.000 bibit pohon durian dan 350 jenis mangga dan rambutan," tandas Sudjangi seraya menyebutkan selain manfaat ekologi pohon durian juga bisa menambah nilai ekonomi.
Kepala Desa Jembangan Eko Setiono menyambut dan mendukung program yang dilakukan oleh kelompok tani dan GNKLNU Kebumen. Apalagi kegiatan itu bertujuan untuk mendukung sektor pariwisata yang saat ini mulai berkembang."Masyarakat memang pelru contoh sebelum mereka mengikutinya," ujar Eko Setiono.
Di sisi lain, Eko mengakui, keberadaan wisata alam Jembangan mulai meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dahulu banyak warga yang menganggur namun sekarang mereka bisa berjualan sehingga meningkatkan pendapatan keluarga.
Dampak lainnya, banyak masyarakat luar daerah yang berminat berinvestasi di Desa Jembangan. "Dulu harga tanah di sekitar objek wisata paling murah, namun setelah akses jalan dibuka sekarang lokasi itu menjadi paling mahal," ujarnya. (J19-84/suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
"Pada mulanya kami akan memanfaatkan tanah seluas 1.200m2," ujar Manajer GNKLNU Kebumen M Sudjangi kepada Suara Merdeka di sela-sela peletakan batu pertama pembangunan Sekretariat Kampung Ternak di Desa Jembangan, Selasa (3/4).
Acara dihadiri Kepala Desa Jembangan Eko Setiono, perangkat desa dan para anggota Kelompok Tani Sri Rejeki. Sebelum dilakukan peletakan batu digelar doa bersama dan makan nasi tumpeng di lokasi pembangunan.
Sudjangi yang merupakan aktivis lingkungan itu menambahkan, sebagai dukungan atas kelestarian lingkungan, di area tersebut juga akan dikembangkan kebun bibit rakyat. Kebun bibit rakyat iru rencananya sebagai pusat pembibitan untuk berbagai tanaman untuk pemberdayaan masyarakat.
"Sebelumnya, dikawasan objek wisata Jembangan kami telah nenanam sebanyak 4.000 bibit pohon durian dan 350 jenis mangga dan rambutan," tandas Sudjangi seraya menyebutkan selain manfaat ekologi pohon durian juga bisa menambah nilai ekonomi.
Kepala Desa Jembangan Eko Setiono menyambut dan mendukung program yang dilakukan oleh kelompok tani dan GNKLNU Kebumen. Apalagi kegiatan itu bertujuan untuk mendukung sektor pariwisata yang saat ini mulai berkembang."Masyarakat memang pelru contoh sebelum mereka mengikutinya," ujar Eko Setiono.
Di sisi lain, Eko mengakui, keberadaan wisata alam Jembangan mulai meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dahulu banyak warga yang menganggur namun sekarang mereka bisa berjualan sehingga meningkatkan pendapatan keluarga.
Dampak lainnya, banyak masyarakat luar daerah yang berminat berinvestasi di Desa Jembangan. "Dulu harga tanah di sekitar objek wisata paling murah, namun setelah akses jalan dibuka sekarang lokasi itu menjadi paling mahal," ujarnya. (J19-84/suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!