KEBUMEN (The Independent News) - Berdakwah untuk mengajak kepada kebaikan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Seperti yang dilakukan oleh penyuluh agama Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Kebumen, Agus Muhtar SHi. Dia berdakwah dengan cara unik. Agus memilih menggunakan media kesenian wayang golek untuk mensyiarkan agama Islam. Agar suasana semakin hidup, dalam tiap penampilannya, Agus didukung oleh grup rebana.
Itu di luar 5 orang Kreu yang memainkan alat musik perkusi serta organ dan mengiringi Agus saat memainkan wayang. Tak jarang juga, berkolaborasi dengan grup rebana modern atau penyanyi.
Dalam setiap penampilannya, pria kelahiran Kebumen 2 Juli 1979 tersebut menggunakan nama Kiai Geseng. Begitu pun bagi group rebana pengiringnya yang dia beri nama yang sama, Group Rebana Kiai Geseng.
Untuk menyampaikan materi dakwah, Agus mengemasnya dengan lakon-lakon pewayangan yang sudah familiar di kalangan masyarakat. Seperti kisah-kisah para nabi dan Rasull hingga cerita pewayangan dari babad mahabarata.
Seperti pada saat dia tampil di Desa/Kecamatan Mirit, Selasa (24/4). Saat itu, Agus membawakan lakon "Sumandrini Kalah". lakon tersebut berlatarbelakang perjuangan Nabi Ishak dalam mensyiarkan Agama Islam.
Cerita tersebut mengandung pesan, agar setiap anak berbakti kepada orang tuanya termasuk mertua. Cerita tersebut disesuaikan dengan empunya rumah, yang saat itu sedang punya gawe mantu. Ratusan undangan terpaku melihat penampilannya yang memikat. (cah/din/radar)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
Itu di luar 5 orang Kreu yang memainkan alat musik perkusi serta organ dan mengiringi Agus saat memainkan wayang. Tak jarang juga, berkolaborasi dengan grup rebana modern atau penyanyi.
Dalam setiap penampilannya, pria kelahiran Kebumen 2 Juli 1979 tersebut menggunakan nama Kiai Geseng. Begitu pun bagi group rebana pengiringnya yang dia beri nama yang sama, Group Rebana Kiai Geseng.
Untuk menyampaikan materi dakwah, Agus mengemasnya dengan lakon-lakon pewayangan yang sudah familiar di kalangan masyarakat. Seperti kisah-kisah para nabi dan Rasull hingga cerita pewayangan dari babad mahabarata.
Seperti pada saat dia tampil di Desa/Kecamatan Mirit, Selasa (24/4). Saat itu, Agus membawakan lakon "Sumandrini Kalah". lakon tersebut berlatarbelakang perjuangan Nabi Ishak dalam mensyiarkan Agama Islam.
Cerita tersebut mengandung pesan, agar setiap anak berbakti kepada orang tuanya termasuk mertua. Cerita tersebut disesuaikan dengan empunya rumah, yang saat itu sedang punya gawe mantu. Ratusan undangan terpaku melihat penampilannya yang memikat. (cah/din/radar)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!