KEBUMEN (The Independent News) - Relokasi pedagang Pasar Tumenggungan di Stadion Candradimuka Kebumen menelan dana swadaya Rp 600 juta. Proses pembangunan pasar didanai Rp 48 miliar itu, mengundang kekhawatiran dari sejumlah pedagang, mengingat pelaksanannya dianggap tidak sesuai rencana disepakati bersama. Seperti disampaikan Ghozali, salah satu pedagang konveksi Pasar Tumenggungan didampingi LSM dari Lembaga Kontrol dan Advokasi Kebumen, Harsono SH. Ia menganggap persiapan relokasi pedagang Pasar Tumenggungan di Stadion amburadul serta tak terprogram.
Namun hal itu ditepis Penanggungjawab Tim Relokasi Pasar Tumenggungan, Mulisin S.Sos dihubungi Suara Merdeka, kemarin. "Proses yang kami laksanakan sesuai prosedur. Dan, setiap pengambilan kebijakan selalu disadari musyawarah," jelasnya.
Harsono mengatakan, ada 4 hal penting perlu diperhatikan dalam relokasi pedagang pasar Tumenggungan, yakni waktu, konstruksi bangunan relokasi, teknik pelaksanaan dan keterlibatan dinas terkait. Pihaknya pun menganggap RAB pembuatan bangunan relokasi tidak masuk akal. Untuk bangunan relokasi ukuran 4x20 m diisi 20 pedagang dibiayai Rp 150 ribu," tandasnya.
Ia pun membandingkan pembuatan kandang ayam ukuran 2 m x 3m yang menghabiskan dana ratusan ribu rupiah. Karena itu, pihaknya meminta panitia mengevaluasi proses pengerjaan bangunan tempat relokasi itu.
Peran Aktif
Harsono juga meminta peran aktif dinas terkait, dalam hal ini Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kebumen.
Lebih lanjut, tidak optimalnya pelaksanaan pembangunan tempat relokasi akan menghambat proses pembangunan Pasar Tumenggungan yang didanai Rp 48 M itu. Sesuai jadual, pelaksanaan relokasi pada pertengahan April nanti. Sejak tanggal 15 April, pedagang Pasar Tumenggungan yang berjumlah 3.123 orang itu harus sudah pindah ke Stadion. Namun, pembuatan bangunan tempat relokasi di Stadion yang telah dipetak-petak itu tidak berjalan optimal. "Jika proses penggarapannya dilaksanakan secara asal-asalan, maka ini sama saja mengingkari para pedagang," jelasnya.
Pada dasarnya, kata Harsono, pedagang membutuhkan kenyamanan dan kelayakan bentuk bangunan relokasi. Sementara itu, di tempat yang sama, Teguh Purnomo SH MHum dari PAKHIS Kebumen mengharapkan agar dinas terkait tidak melepas pedagang begitu saja dalam proses relokasi."Pedagang perlu difasilitasi dari awal hingga akhir. Termasuk dalam proses relokasinya," pinta Teguh.
Pembayarannya pun perlu difasilitasi lewat bank milik Pemerintah Daerah. (K5-52/suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
Namun hal itu ditepis Penanggungjawab Tim Relokasi Pasar Tumenggungan, Mulisin S.Sos dihubungi Suara Merdeka, kemarin. "Proses yang kami laksanakan sesuai prosedur. Dan, setiap pengambilan kebijakan selalu disadari musyawarah," jelasnya.
Harsono mengatakan, ada 4 hal penting perlu diperhatikan dalam relokasi pedagang pasar Tumenggungan, yakni waktu, konstruksi bangunan relokasi, teknik pelaksanaan dan keterlibatan dinas terkait. Pihaknya pun menganggap RAB pembuatan bangunan relokasi tidak masuk akal. Untuk bangunan relokasi ukuran 4x20 m diisi 20 pedagang dibiayai Rp 150 ribu," tandasnya.
Ia pun membandingkan pembuatan kandang ayam ukuran 2 m x 3m yang menghabiskan dana ratusan ribu rupiah. Karena itu, pihaknya meminta panitia mengevaluasi proses pengerjaan bangunan tempat relokasi itu.
Peran Aktif
Harsono juga meminta peran aktif dinas terkait, dalam hal ini Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kebumen.
Lebih lanjut, tidak optimalnya pelaksanaan pembangunan tempat relokasi akan menghambat proses pembangunan Pasar Tumenggungan yang didanai Rp 48 M itu. Sesuai jadual, pelaksanaan relokasi pada pertengahan April nanti. Sejak tanggal 15 April, pedagang Pasar Tumenggungan yang berjumlah 3.123 orang itu harus sudah pindah ke Stadion. Namun, pembuatan bangunan tempat relokasi di Stadion yang telah dipetak-petak itu tidak berjalan optimal. "Jika proses penggarapannya dilaksanakan secara asal-asalan, maka ini sama saja mengingkari para pedagang," jelasnya.
Pada dasarnya, kata Harsono, pedagang membutuhkan kenyamanan dan kelayakan bentuk bangunan relokasi. Sementara itu, di tempat yang sama, Teguh Purnomo SH MHum dari PAKHIS Kebumen mengharapkan agar dinas terkait tidak melepas pedagang begitu saja dalam proses relokasi."Pedagang perlu difasilitasi dari awal hingga akhir. Termasuk dalam proses relokasinya," pinta Teguh.
Pembayarannya pun perlu difasilitasi lewat bank milik Pemerintah Daerah. (K5-52/suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!