KEBUMEN (The Independent News) - Belum kunjung bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kebumen di Jalan Lingkar Selatan difungsikan, sudah diwacanakan pengembangan Unit Pengobatan paru (UP3) menjadi rumah sakit. UP3 yang dikenal Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru (BP4) itu hanya ada 29 unit di Indonesia. Salah satunya di Kebumen. Pengembangan UP3 tersebut direncanakannya pada 2013. Sementara untuk pembangunan RSUD sejak 2009 itu masih berjalan hingga 2014. Tahun ini dialokasikan Rp 2 Miliar, sedangkan tahun 2013 sebesar Rp 59 Miliar dan tahun 2014 Rp 55 Miliar.
"Ke depan, memang UP3 akan dikembangkan, baik sarana fisiknya maupun kualitas sumber daya manusianya. Dan, wacananya akan dijadikan sebagai rumah sakit paru," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen, dokter Rini Kristiani MKes saat membuka Seminar Penatalaksanaan Tuberkulosis pada Ibu Hamil dan Menyusui dalam rangka Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia Kementrian Agama (Kemenag) Kebumen, Kamis (22/3).
Menurut Rini, cakupan temuan Tuberkuloasis (TB) meningkat setiap tahun. Dari catatan seluruh unit yang ada, yakni dari Puskesmas dan UP3 terdapat 1.500 kasus TB. Jumlah tersebut telah ditangani UP3 sebanyak 639 kasus. Kendati demikian, lanjut Rini, masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar untuk mencapai target yang ditetapkan.
Harus Didampingi
Tidak berhenti sampai di situ saja, penemuan TB perlu ditindaklanjuti dengan pengobatan secara berkesinambungan, Pasien pun harus didampingi agar meminum obat sesuai prosedur. Perkembangannya dipantau terus-menerus hingga benar-benar sembuh.
Jika tidak, apalagi sampai berhenti di tengah jalan, maka efeknya justru menjadi lebih buruk. Dan, berpotensi menular ke orang lain. Satu penderita TB bisa menularkan 10 orang yang ada disekitarnya.
Kepala UP3 doketer Aris Eko S mengemukakan, penanganan TB masih kalah dengan penyakit HIV/AIDS yang dilakukan secara gencar. Juga gizi buruk serta angka kematian Ibu dan Anak. Padahal, dalam penanganan penyakit tersebut berkaitan erat dengan TB. Misalnya penyakit HIV/AIDS yang menyerang kekebalan tubuh itu rentan terhadap TB. Bahkan 80% penderita HIV/AIDS terinfeksi TB.
Menurut dr. Nugroho Arif Budiyono, TB merupakan penyakit menular, seperti flu biasa yang menyebar melalui udara. Penderita TB paru menular melalui udara saat batuk, bersin, berbicara atau meludah (K5/suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
"Ke depan, memang UP3 akan dikembangkan, baik sarana fisiknya maupun kualitas sumber daya manusianya. Dan, wacananya akan dijadikan sebagai rumah sakit paru," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen, dokter Rini Kristiani MKes saat membuka Seminar Penatalaksanaan Tuberkulosis pada Ibu Hamil dan Menyusui dalam rangka Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia Kementrian Agama (Kemenag) Kebumen, Kamis (22/3).
Menurut Rini, cakupan temuan Tuberkuloasis (TB) meningkat setiap tahun. Dari catatan seluruh unit yang ada, yakni dari Puskesmas dan UP3 terdapat 1.500 kasus TB. Jumlah tersebut telah ditangani UP3 sebanyak 639 kasus. Kendati demikian, lanjut Rini, masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar untuk mencapai target yang ditetapkan.
Harus Didampingi
Tidak berhenti sampai di situ saja, penemuan TB perlu ditindaklanjuti dengan pengobatan secara berkesinambungan, Pasien pun harus didampingi agar meminum obat sesuai prosedur. Perkembangannya dipantau terus-menerus hingga benar-benar sembuh.
Jika tidak, apalagi sampai berhenti di tengah jalan, maka efeknya justru menjadi lebih buruk. Dan, berpotensi menular ke orang lain. Satu penderita TB bisa menularkan 10 orang yang ada disekitarnya.
Kepala UP3 doketer Aris Eko S mengemukakan, penanganan TB masih kalah dengan penyakit HIV/AIDS yang dilakukan secara gencar. Juga gizi buruk serta angka kematian Ibu dan Anak. Padahal, dalam penanganan penyakit tersebut berkaitan erat dengan TB. Misalnya penyakit HIV/AIDS yang menyerang kekebalan tubuh itu rentan terhadap TB. Bahkan 80% penderita HIV/AIDS terinfeksi TB.
Menurut dr. Nugroho Arif Budiyono, TB merupakan penyakit menular, seperti flu biasa yang menyebar melalui udara. Penderita TB paru menular melalui udara saat batuk, bersin, berbicara atau meludah (K5/suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!