Nyaris Ambruk, Kelas Dikosongkan

KEBUMEN (The Independent News) - Bangunan SDN Temanggal, di Desa Temanggal, Kecamatan Adimulyo, Kebumen nyaris ambruk. Tiga ruang kelas telah dikosongkan untuk kegiatan belajar mengajar. Mulai Sabtu (10/3) kemarin, sekolah itu menerapkan jam pelajaran pagi dan sore.
Bangunan yang membahayakan itu ambrol pada bagian kuda-kudanya. Sementara blandar yang menyangga atap itu patah dan posisinya menggantung.
Kondisi terparah pada ruang kelas II yang terletak di antara ruang kantor, ruang kelas I dan kelas III. Ruang kelas II persis di barat ruang kelas III. Bangunan yang saling terkait itu pun terus bergerak. Terlebih, menyusul amblesnya bagian atapruang kelas II itu seperti menarik bangunan di sampingnya.
”Kondisi temboknya sudah miring ke dalam karena tertarik atap yang ambles. Sekarang mulai retak-retak dan menganga,” kata Ladimun, guru kelas VI yang ditemui Suara Merdeka, kemarin.
Karena itu, tiga ruang kelas tersebut dikosongkan, sedangkan ruang kantor yang berada di ujung barat bangunan sekolah tersebut masih digunakan. Kendatidemikian, para guru dan karyawan mengaku ketakutan menempati ruangan tersebut. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pihak sekolah menempel kertas yang terdapat imbauan kepada para siswa untuk tidak bermain-main di sekitar bangunan tersebut.
Ladimun mengemukakan, ruang yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar yakni berada di ruang kelas IV, V dan VI. Lokasinya terpisah dengan ruangkantor, ruang kelas I, II dan III, sehingga aman.
Pagi dan Sore
Pembagian jam pelajarannya diberlakukanuntuk kelas I, II, V dan kelas VI pada pagi. Adapun kelas III dan IV kebagian sore. Jumlah siswa SDN Temanggal 118 anak dengan jumlah guru dan karyawan 11 orang.
Menurut Suyatno (36), warga Desa Temanggal, kerusakan bangunan sekolah itu akibat terjangan angin lisus sekitar pukul 19.00. Awalnya, warga hanya mendengar suara seperti bangunan runtuh. Namun warga belum mengetahui suara tersebut berasal dari bangunan sekolah.
Pada saat itu, angin berhembus kencang selama sekitar 3 jam. angin juga juga menyapu wilayah Urut Sewu Kebumen, dari mulai Kecamatan Ayah, Buayan, Puring, Petanahan, Klirong, Buluspesantren, Ambal dan Mirit. Hingga keesokan harinya, guru setempat dikejutkan oleh ruang kelas yang sudah porak poranda.
Kejadian ini sudah dilaporkan kepada pihakterkait. Sejumlah pihak kemudian mendatangi sekolah tersebut, antara lain Pengawas Suroto SPd dan H Karsono BA yang mewakili Kepala UPT Dikpora Kecamatan Adimulyo Drs Sutarno serta Ketua Komite SDN Temanggal, Tursino SPd.Kepala SDN Temanggal, Sudarno sudah melakukan rapat untuk mengambil kebijakan tetap menjalankan proses belajar mengajar. Mekanismenya secara bergantian yakni pagi dan sore.
Bangunan sekolah tersebut direnovasi tahun 2006. “Kami berharap bangunan sekolah yang rusak tersebut segera diperbaiki,” harap Sudarno.(K5-28/suaramerdeka)

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

أحدث أقدم