KEBUMEN (The Independent News) - Rachmat Haryanto (31) seniman yang tinggal di RT 06/RW 07 Kelurahan/Kecamatan Kebumen, sedang membuat keris Nagasasra ber-luk sebelas dengan panjang 4,5 meter. Replika keris milik Mahesa Jenar itu dibuat dari kayu jati pilihan yang telah berumur ratusan tahun.
Keris kayu yang dibuat Rachmat tanpa sambungan. Ukiran naga meliuk indah dari pangkal hingga ujung keris. Proses pengerjaannya, dilakukan sendiri oleh Rachmat. Empat karyawan termasuk anggota keluarganya, hanya membantu menghaluskan hasil ukirannya.
"Sebetulnya ide membuat keris sudah mengendap di kepala selama enam tahun. Namun karena berbagai hal, baru bisa direalisasikan dalam enam bulan terakhir. Saat ini proses pembuatannya sudah rampung 80 persen," ujar Rachmat.
Proses berikutnya, keris akan disepuh warna emas. Agar sesuai dengan bentuk keris nagasasra, 9 batu permata sudah disiapkan untuk dipasang di bagian mulut naga, serta cincin yang akan melingkar di bagian gagang.
Jika kerisnya sudah jadi, Racmat akan memboyong ke Jakarta untuk dipamerkan dalam International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 25-29 April mendatang. Ia juga berharap kerisnya mampu memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri).
Rachmat membuat keris raksasa karena didorong keprihatinannya terhadap keris yang mulai dilupakan. Padahal keris merupakan hama karya nenek moyang bangsa Indonesia yang sudah seharusnya terus diuri-uri.�"Jangan sampai keris yang sudah diakui Unesco sebagai maha karya bangsa Indonesia, di kemudian hari malah diakui sebagai karya negara lain gara-gara kita tidak peduli," tegas Rachmat. (Suk/krjogja)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE

Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!