KEBUMEN (The Independent News) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen akan menggelar pentas duta seni Kabupaten Kebumen di di TMII Anjungan Jawa Tengah di Jakarta, Minggu ( 1/4). Tema yang diangkat adalah drama tari kolaborasi Babad Kebumen ( Pangeran Bumidirdjo). Sebanyak 50 seniman dari Sanggar Cipto Roso pimpinan Bambang ,BE akan unjuk kebolehan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayan Kabupaten Kebumen drs Heri Setyanto melalui bakohumas Nasrudin,S.IP mengatakan tujuan pentas seni adalah untuk mempromosikan potensi seni tradisional Kebumen di luar daerah sekaligus sebagai upaya melestarikan seni, budaya dan sejarah Kebumen. Serta memperkenalkan dan menanamkan rasa cinta seni dan budaya daerah.
Dijadwalkan Bupati Kebumen H Buyar Winarso,SE, Plt Sekda drh H Djatmiko serta para Asisten Sekda, Kadinas Parbud dan Kabag Humas dan Protokol akan hadir untuk menyaksikan pentas seni. Sedangkan undangan dari luar Kebumen antara lain IWAKK Walet Mas, IKL( Ikatan Kanca Lawas), Perhimak (Perhimpunan Mahasiswa Kebumen) serta Pendengar Radio Banyumasan.
Adapun sinopsis Babad Kebumen, dikisahkan seorang Patih Bumidirjo yang rela meningglakan istana, demi mempertahankan idealismenya yang tidak sependapat dengan kebijakan Amangkurat Agung yang tidak pro rakyat. Kemudian Pangeran Bumidirjo beserta istri pergi ke arah barat, dan tinggal di dekat Sungai Lukulo, dan hidup bertani. Di daerah tersebut dia mendapat sebutan Ki Bumi. Seiring waktu daerah Kibumian menjadi makmur, karena panen yang melimpah. Ki Bumi pun semakin menyatu dengan rakyat. Hingga pada suatu saat datanglah utusan dari istana yang meminta agar Ki Bumi kembali ke istana. Rakyat tidak terima, karena sudah terlanjur dekat dengan Ki Bumi.
Namun utusan istana bersikukuh meminta Ki Bumi kembali ke istana, karena bila tidak berhasil membawa kembali ke istana, kepalanya akan dipenggal. Ki Bumi akhirnya bersedia kembali ke istana. Ki Bumi akhirnya berangkat ke istana , dengan diantar oleh rakyatnya.Ki Bumi memberi nama Kibumian untuk daerah yang ditinggalkannya. Saat melewati daerah Lundong, Kecamatan Kutowinangun Ki Bumi berhenti dan tinggal di sana hingga akhir hayatnya. (Bagian Humas dan Protokol Setda Kebumen)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayan Kabupaten Kebumen drs Heri Setyanto melalui bakohumas Nasrudin,S.IP mengatakan tujuan pentas seni adalah untuk mempromosikan potensi seni tradisional Kebumen di luar daerah sekaligus sebagai upaya melestarikan seni, budaya dan sejarah Kebumen. Serta memperkenalkan dan menanamkan rasa cinta seni dan budaya daerah.
Dijadwalkan Bupati Kebumen H Buyar Winarso,SE, Plt Sekda drh H Djatmiko serta para Asisten Sekda, Kadinas Parbud dan Kabag Humas dan Protokol akan hadir untuk menyaksikan pentas seni. Sedangkan undangan dari luar Kebumen antara lain IWAKK Walet Mas, IKL( Ikatan Kanca Lawas), Perhimak (Perhimpunan Mahasiswa Kebumen) serta Pendengar Radio Banyumasan.
Adapun sinopsis Babad Kebumen, dikisahkan seorang Patih Bumidirjo yang rela meningglakan istana, demi mempertahankan idealismenya yang tidak sependapat dengan kebijakan Amangkurat Agung yang tidak pro rakyat. Kemudian Pangeran Bumidirjo beserta istri pergi ke arah barat, dan tinggal di dekat Sungai Lukulo, dan hidup bertani. Di daerah tersebut dia mendapat sebutan Ki Bumi. Seiring waktu daerah Kibumian menjadi makmur, karena panen yang melimpah. Ki Bumi pun semakin menyatu dengan rakyat. Hingga pada suatu saat datanglah utusan dari istana yang meminta agar Ki Bumi kembali ke istana. Rakyat tidak terima, karena sudah terlanjur dekat dengan Ki Bumi.
Namun utusan istana bersikukuh meminta Ki Bumi kembali ke istana, karena bila tidak berhasil membawa kembali ke istana, kepalanya akan dipenggal. Ki Bumi akhirnya bersedia kembali ke istana. Ki Bumi akhirnya berangkat ke istana , dengan diantar oleh rakyatnya.Ki Bumi memberi nama Kibumian untuk daerah yang ditinggalkannya. Saat melewati daerah Lundong, Kecamatan Kutowinangun Ki Bumi berhenti dan tinggal di sana hingga akhir hayatnya. (Bagian Humas dan Protokol Setda Kebumen)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE

Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!