KEBUMEN (The Independent News) - Angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kebumen, beberapa waktu lalu menyisakan kerusakan rumah warga. Dari pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, akibat bencana angin lesus tersebut 294 bangunan rusak dan 230 di antaranya adalah rumah warga.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kebumen Drs Muhyidin didampingi Kepala Seksi Kedaruratan Arif Rahmadi SSos mengatakan, dari jumlah rumah rusak tersebut 29 unit dalam kategori rusak berat, 32 rusak sedang dan 169 rusak ringan. Rumah warga yang rusak akibat diterjang angin tersebar di 49desa di 10 kecamatan.
Kondisi yang cukup parah terdapat di kawasan selatan Kebumen yakni wilayah Urut Seru mulai dari Ambal, Buluspesantren, Klirong, Petanahan, Puring, Buayan hingga Kecamatan Ayah. Adapun total kerugian yang diakibatkan bencana angin kencang tersebut mencapai Rp 732.200.000.
"Selain rumah warga, bangunan lain yang rusak terdiri atas mushola, masjid, warung, kandang ternak hingga balai desa," ujar Drs Muhyidin kepada Suara Merdeka, di kantornya, Senin (12/3).
Peternak Merugi
Kepala Seksi Kedaruratan Arif Rahmadi SSos menambahkan, meskipun tidak sampai mengakibatkan korban jiwa manusia, namun dalam musibah tersebut hewan ternak milik warga juga ada yang menjadi korban. Yakni seekor sapi milik warga Desa Karanggadung, Kecamatan Petanahan dan kambing milik warga Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong.
"Kerusakan lain adalah dua pal listrik di Desa Pakuran ambruk, kemudian balai Besa Waluyo juga mengalami kerusakan," ujar Arif Rahmadi seraya menyebutkan selain mendistribusikan bantuan berupa sembako, pihaknya juga telah melaporkan kejadian itu ke BPBD Propinsi Jateng maupun BNPB.
Sementara itu, para peternak ayam broiler di Desa Surorejan, Kecamatan Puring merugi akibat belasan kandang ayam rusak akibat terjang angin. Bahkan dua kandang ayam milik Sieng (38) dan Manun (30) roboh. Akibat kejadian itu, Sieng mengalami kerugian Rp 70-Rp 80 juta. Selain itu dia rugi katena 5.000 ekor ayamnya harus dipanen lebih awal.
"Saat kandang roboh, saya langsung menjual ke perusahaan mitra. Padahal umur ayam masih 30 hari alias kurang lima hari untuk mendapatkan hasil yang maksimal," ujarnya.
Manun peternak lain mengaku khawatir. Kendati ayam bisa diselamatkan ketika kandang roboh, namun pemeliharaan harus ekstra mengingat kandang roboh membuat ayam menjadi stres. "Saya ikut stes, karena 2.500 ekor ayam saya yang masih berumur seminggu mengalami stres," ujarnya. (J19-84/suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kebumen Drs Muhyidin didampingi Kepala Seksi Kedaruratan Arif Rahmadi SSos mengatakan, dari jumlah rumah rusak tersebut 29 unit dalam kategori rusak berat, 32 rusak sedang dan 169 rusak ringan. Rumah warga yang rusak akibat diterjang angin tersebar di 49desa di 10 kecamatan.
Kondisi yang cukup parah terdapat di kawasan selatan Kebumen yakni wilayah Urut Seru mulai dari Ambal, Buluspesantren, Klirong, Petanahan, Puring, Buayan hingga Kecamatan Ayah. Adapun total kerugian yang diakibatkan bencana angin kencang tersebut mencapai Rp 732.200.000.
"Selain rumah warga, bangunan lain yang rusak terdiri atas mushola, masjid, warung, kandang ternak hingga balai desa," ujar Drs Muhyidin kepada Suara Merdeka, di kantornya, Senin (12/3).
Peternak Merugi
Kepala Seksi Kedaruratan Arif Rahmadi SSos menambahkan, meskipun tidak sampai mengakibatkan korban jiwa manusia, namun dalam musibah tersebut hewan ternak milik warga juga ada yang menjadi korban. Yakni seekor sapi milik warga Desa Karanggadung, Kecamatan Petanahan dan kambing milik warga Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong.
"Kerusakan lain adalah dua pal listrik di Desa Pakuran ambruk, kemudian balai Besa Waluyo juga mengalami kerusakan," ujar Arif Rahmadi seraya menyebutkan selain mendistribusikan bantuan berupa sembako, pihaknya juga telah melaporkan kejadian itu ke BPBD Propinsi Jateng maupun BNPB.
Sementara itu, para peternak ayam broiler di Desa Surorejan, Kecamatan Puring merugi akibat belasan kandang ayam rusak akibat terjang angin. Bahkan dua kandang ayam milik Sieng (38) dan Manun (30) roboh. Akibat kejadian itu, Sieng mengalami kerugian Rp 70-Rp 80 juta. Selain itu dia rugi katena 5.000 ekor ayamnya harus dipanen lebih awal.
"Saat kandang roboh, saya langsung menjual ke perusahaan mitra. Padahal umur ayam masih 30 hari alias kurang lima hari untuk mendapatkan hasil yang maksimal," ujarnya.
Manun peternak lain mengaku khawatir. Kendati ayam bisa diselamatkan ketika kandang roboh, namun pemeliharaan harus ekstra mengingat kandang roboh membuat ayam menjadi stres. "Saya ikut stes, karena 2.500 ekor ayam saya yang masih berumur seminggu mengalami stres," ujarnya. (J19-84/suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!