Relokasi Pedagang Pasar Tumenggungan Perlu Dikaji

KEBUMEN - Penentuan relokasi pedagang Pasar Tumenggungan Kebumen yang tepat, efektif dan efisien, perlu dikaji secara seksama. Hal itu dilakukan untuk meminimalisasi adanya pro dan kontra tempat relokasi atau pasar darurat di Stadion Candradimuka.
Karena itu, menurut mantan anggota DPRD Kebumen, Heru Budianto, parameter pemilihan tempat relokasi pedagang itu harus jelas terlebih dahulu."Setidaknya, mendekati kesesuaian kebutuhan semua pihak," jelas Heru. Ia mengaku tidak mau terlibat dalam pro atau kontra tempat relokasi di Stadion itu.

Parameternya, kata Heru, menyangkut daya tampung, ketersediaan dana, alternatif penganti, tingkat transaksi, stakeholderserta keamanan dan kenyamanan. Menurutnya, tempat relokasi harus mampu menampung pedagang di satu titik lokasi."Pasar darurat dengan lokasi yang terpencar-pencar, justru menimbulkan masalah baru yakni menimbulkan kecemburuan pedagang," katanya.

Namun, jika dibangun di satu titik, maka ada rasa kebersamaan antar pedagang. Terlebih Pasar Tumenggungan yang akan dibangun dengan alokasi dana Rp 48 miliar itu terdapat ribuan pedagang.

"Biasanya, yang namanya darurat pasti banyak tidak enaknya, tetapi juga ada manfaatnya karena ada rasa suka dan duka yang dirasa bersama."

Bagi pedagang Pasar Tumenggungan, pengalaman di tempat relokasi nanti merupakan pertama kali."Kami manut (menurut) saja apa yang menjadi kebijakan pemerintah dalam pelaksanaan relokasi kebijakan pemerintah dalam pelaksanaan relokasi pedagang nanti. Yang penting, kami tidak dibeda-bedakan dengan pedagang di dalam pasar," kata Partinah (54), pedagang pasar pagi kompleks Pasar Tumenggungan.

Pasar Darurat

Selama ini, pedagang pasar pagi yang berada di luar Pasar Tumenggungan itu dianggap sebagai penyebab sepinya pembeli di dalam pasar tersebut.

Heru menambahkan, ketersediaan dana untuk penanganan pasar darurat sangat diperlukan, meliputi pembongkaran paska penggunaan serta perbaikan kembali kerusakan yang terjadi di lokasi yang digunakan/dikembalikan ke fungsi semula. Dan, lokasi pasar darurat harus ada alternatif pengganti, sesuai peruntukannya. Hal itu agar kebutuhan akan fungsi lokasi yang dialihkan fungsinya tidak terabaikan. Juga proses kebutuhan itu akan terus berlanjut.

Menurutnya, tingkat keramaian transaksi antar penjual dan pembeli juga harus diprediksikan. Faktor yang mendekati adalah faktor jarak antar pasar Tumenggungan dan pasar darurat dengan pertimbangan tidak jauh dari keramaian kota. Di samping itu, harus ada akses masuk ke lokasi tersebut lebih dari 2 jalur.

"Artinya, harus ada akses jalan yang banyak dan lebar, sehingga terhindar dari kemungkinan kemacetan lalu lintas," imbuhnya.

Keterlibatan pemangku kepentingan dalam menentukan pasar darurat tidak kalah pentingnya. Meliputi pengguna lokasi yang dialih fungsikan sebagai pasar darurat."Jika yang dipilih adalah Stadion Candradimuka sebagai pasar darurat, maka harus dibicarakan terlebih dulu dengan elemen pengguna lokasi tersebut, agar pihak-pihak terkait merasa dilibatkan dalam proses perencanaan," tandas Heru.

Mengenai keamanan dan kenyamanan, lanjutnya, yakni menyangkut aspek agar terhindar dari kemungkinan faktor yang menimbulkan kemacetan lalu lintas dan peraturan tata letak kios serta lampu penerangan yang memadai.

"Kami hanya hanya berharap agar penetapan lokasi pasar darurat mendekati ideal," pungkasnya.(K5-84/suaramerdeka )

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

Previous Post Next Post