KEBUMEN (The Independent News) - Belasan warga yang sedang gotong-royong membongkar rumah milik Pawit Supriyadi (50) di RT 01/RW 02 Kelurahan Panjer, Kecamatan/Kabupaten Kebumen, sempat panik ketika rumah yang dibongkar tiba-tiba bergoyang kemudian roboh dan terkubur tebing Sungai Luk Ulo yang longsor, Rabu (8/2) pukul 11.30 WIB.
Beruntung semua warga bergegas turun dan menjauh dari rumah tersebut sehingga tidak ada korban. "Kami sempat panik karena ada yang masih di atas untuk menurunkan genteng ketika tiba-tiba terasa ada gerakan tanah yang disusul bunyi gemeretak. Beruntung sebelum tebing longsor, semuanya sudah menjauh," jelas Anton (35) warga setempat yang menyaksikan rumah milik Pawit roboh dan terkubur longsoran tebing sungai.
Akibat peristiwa itu, rumah milik Pawit berukuran 6x9 meter berikut tanah seluas 50 meter persegi, hilang tanpa bekas terbawa longsornya tebing Sungai Luk Ulo.
Rumah Pawit dibongkar karena kondisinya sudah mengkhawatirkan. Bahkan 2 tahun lalu, rumah bagian belakang sudah terbawa tebing yang longsor. Meski begitu, oleh keluarga Pawit masih ditempati hingga diputuskan pindah sehari sebelum kejadian.
"Tiba-tiba saja saya merasa tidak enak, seperti ada yang mengingatkan untuk secepatnya pindah," ungkap Pawit yang pindah ke rumah Anton. (Suk/KRJogja)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
Beruntung semua warga bergegas turun dan menjauh dari rumah tersebut sehingga tidak ada korban. "Kami sempat panik karena ada yang masih di atas untuk menurunkan genteng ketika tiba-tiba terasa ada gerakan tanah yang disusul bunyi gemeretak. Beruntung sebelum tebing longsor, semuanya sudah menjauh," jelas Anton (35) warga setempat yang menyaksikan rumah milik Pawit roboh dan terkubur longsoran tebing sungai.
Akibat peristiwa itu, rumah milik Pawit berukuran 6x9 meter berikut tanah seluas 50 meter persegi, hilang tanpa bekas terbawa longsornya tebing Sungai Luk Ulo.
Rumah Pawit dibongkar karena kondisinya sudah mengkhawatirkan. Bahkan 2 tahun lalu, rumah bagian belakang sudah terbawa tebing yang longsor. Meski begitu, oleh keluarga Pawit masih ditempati hingga diputuskan pindah sehari sebelum kejadian.
"Tiba-tiba saja saya merasa tidak enak, seperti ada yang mengingatkan untuk secepatnya pindah," ungkap Pawit yang pindah ke rumah Anton. (Suk/KRJogja)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!