Pasar Alian Dinilai Belum Layak Huni

Alian (The Independent News) - Pembangunan Pasar Alian yang menelan total anggaran Rp 3.904.904.000, hingga akhir pelaksanaannya banyak menuai masalah.

Kepala Desa Kerakal Drs Angkodo menilai, Pasar Alian belum layak huni. Sebab saat hujan turun, seisi pasar basah semua.

Menurut dia, atap dan sambungan genteng terlalu pendek, sehingga air menggenang di mana-mana. Kondisi itu diperparah lagi dengan genangan yang terjadi di luar pasar, baik di jalan maupun terminal non bus.

Di lokasi itu, air tidak bisa mengalir.Dia juga menilai selama pelaksanaan pembangunan pasar, koordinasi dengan pemerintah desa tak maksimal. Padahal menurut Angkodo, pasar tersebut berada di desanya.

"Sama sekali tidak ada kordinasi. Kulonuwun memang pernah pada saat awal pembongkaran pasar lama. Setelah itu sama sekali tidak ada kordinasi. Padahal hingga sekarang pelaskanaan pembangunan pasar itu banyak menuai masalah,"ujar dia.

Dia menjelaskan, bukan bangunannya saja yang tidak layak huni, tapi menurut dia urusan keuangan juga bermasalah. Sebab tenaga kerja juga ada yang belum dibayar. "Dalam hal ini, saya mau bicara mengenai warga saya saja yang hingga hari ini belum dibayar. Nilainya sekitar Rp. 100 juta yang belum dibayar. Saya punya data orang yang belum dibayar, khusunya warga saya sendiri," tegasnya. (har/din/radarbanyumas)

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE

1 Comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

  1. sepertinya pembangunan pasar "INDRAKILA" Krakal memang kurang matang! Banyak pedagang yang mengeluhkan kapling yang mereka dapatkan terlalu sempit! Apalagi system drainasenya memang kurang baik!

    ReplyDelete

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

Previous Post Next Post