KEBUMEN- Ada mayat di bundaran Tugu Walet Kebumen, Jumat (30/12). Pengguna jalan yang melintasi jantung kota itu pun terperangah. Belakangan diketahui, mayat yang dipangku sejumlah pemuda itu ternyata hanya jadi-jadian.
Pemandangan tersebut merupakan aksi teaterikal PMII Cabang Kebumen bekerjasama dengan Pemuda Karanganyar dalam rangka menghimpun dana untuk membantu korban bencana alam di Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.
Dengan menggunakan “mayat”, pengguna jalan menjadi tersentuh untuk menyisihkan uangnya. M Nurudin, mahasiswa STAINU Kebume itu rela dibungkus kain kafan. Dia yang terbuju kaku itu dipangku oleh sejumlah temannya.
Koordinator Umum Aksi, Usman Budiyono yang juga Sekum PMII Cabang Kebumen mengatakan, aksi solidaritas itu masih berlanjut hingga Senin (3/12). Aksi pertama dilakukan di kampus STAINU Kebumen Jalan Tentara Pelajar Kebumen. Aksi pertama tersebut berhasil menghimpun dana Rp 800 ribu.
Himpun Dana
Aksi kemudian dilanjutkan di bundaran Tugu Walet setelah mengantongi izin dari Polres Kebumen. Di tengah-tengah aksi teaterikal itu, belasan pemuda dan mahasiswa tersebut menarik sumbangan kepada para pengendara motor dan pengemudi mobil yang berhenti di lampu bangjo. “Aksi ini sampai 3 Januari mendatang,” imbuhnya.
Ketua Umum PMII Cabang Kebumen Abdullah Maulana didampingi Koordinator Lapangan Eri Listyawan mengimbau, masyarakat untuk ikut peduli terhadap korban bencana alam di Tieng. Bantuan tersebut sangat berarti bagi mereka yang menjadi korban longsor dan banjir bandang tersebut.
Dana yang dihimpun tersebut akan disalurkan langsung ke Posko bencana Wonosobo. Penyaluran dana tersebut bekerjasama dengan PMII Cabang Wonosobo. (K5-84|suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
Pemandangan tersebut merupakan aksi teaterikal PMII Cabang Kebumen bekerjasama dengan Pemuda Karanganyar dalam rangka menghimpun dana untuk membantu korban bencana alam di Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.
Dengan menggunakan “mayat”, pengguna jalan menjadi tersentuh untuk menyisihkan uangnya. M Nurudin, mahasiswa STAINU Kebume itu rela dibungkus kain kafan. Dia yang terbuju kaku itu dipangku oleh sejumlah temannya.
Koordinator Umum Aksi, Usman Budiyono yang juga Sekum PMII Cabang Kebumen mengatakan, aksi solidaritas itu masih berlanjut hingga Senin (3/12). Aksi pertama dilakukan di kampus STAINU Kebumen Jalan Tentara Pelajar Kebumen. Aksi pertama tersebut berhasil menghimpun dana Rp 800 ribu.
Himpun Dana
Aksi kemudian dilanjutkan di bundaran Tugu Walet setelah mengantongi izin dari Polres Kebumen. Di tengah-tengah aksi teaterikal itu, belasan pemuda dan mahasiswa tersebut menarik sumbangan kepada para pengendara motor dan pengemudi mobil yang berhenti di lampu bangjo. “Aksi ini sampai 3 Januari mendatang,” imbuhnya.
Ketua Umum PMII Cabang Kebumen Abdullah Maulana didampingi Koordinator Lapangan Eri Listyawan mengimbau, masyarakat untuk ikut peduli terhadap korban bencana alam di Tieng. Bantuan tersebut sangat berarti bagi mereka yang menjadi korban longsor dan banjir bandang tersebut.
Dana yang dihimpun tersebut akan disalurkan langsung ke Posko bencana Wonosobo. Penyaluran dana tersebut bekerjasama dengan PMII Cabang Wonosobo. (K5-84|suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
Tidak ada kata TIDAK untuk KEMANUSIAAN...
ردحذفBerjuanglah PMII berjuang..... Demi kebumen Beriman demi membangun persatuan...
salam hormat selalu dari IMAKTA "Ikatan Mahasiswa Kebumen di Yogyakarta"
wah bikin deg deg aja hehehe
ردحذفإرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!