ALIAN - Direktur PT Seto Kencono Putra Persada, HM Tursino SE menandaskan, tenaga kerja (naker) dalam pembangunan Pasar Indrakila di Desa Krakal, Kecamatan Alian, Kebumen, over. Pembayaran honorarium tenaga kerja yang diborongkan ke pihak lain (bos borong) itu pun membengkak menjadi 100 juta lebih.
Hal itu dikatakan Tursino, sekaligus mengklarifikasi tudingan pihak-pihak tertentu yang dimuat media lokal Kebmen, baru-baru ini. Pengusaha muda berusia 26 tahun itu menjelaskan PT Selo Kencono Putra Persada, yang menjadi pelaksana proyek pembangunan pasar senilai Rp 3,5 miliar tersebut mengaku telah membayar tenaga kerja 20% dari nilai kontrak setelah dikurangi PPN-PPH. Nilainya sekitar Rp 400 juta.
Pengerjaan proyek itu, dibarengkan pembangunan Pasar Plumbon, yang didanai Rp 400 juta, sehingga total dana pembangunan dua pasar tradisional tersebut Rp 3,9 miliar. "Tapi ternyata tenaga kerjanya over sehingga membengkak hingga Rp 100 juta lebih," jelasnya.
Ditambahkan, pembayaran honor tenaga kerja hingga Rp 500 juta lebih itu telah dipenuhi. Tursino menyesalkan tudingan pihak-pihak tertentu yang menganggap belum membayar honor tenaga kerja tersebut.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan pasar Kabupaten Kebumen, Azam Fatoni SH MSi dihubungi Suara Merdeka Minggu (23/1) membenarkan honor tenaga kerja dibayar PT Selo Kencono Putra Persada."Hal tersebut sudah diklarifikasikan," imbuhnya.
Tursino mengaku siap membuktikannya. Namun masih memikirkan untuk mengklarifikasi ke media bersangkutan, terkait pemberitaan dianggap tidak benar itu.
Sesuai RAB
Menurutnya, pembangunan pasar Indrakila dikerjakan sejak April 2011 itu sesuai RAB."Dan, selesai dibangun 24 November 2011," jelasnya.
Masa pemeliharaan terdapat kekurangan pun diselesaikan. Seperti cat yang luntur dan atap bocor. Itu pun, kata Tursino, bukan karena kualitas pekerjaan yang rendah melainkan akibat hujan lebih disertai angin kencang beberapa waktu lalu.
Karena itu, ia merasa terganggu dengan komentar pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi tersebut."Sebagai pelaksana proyek, kami siap membuktikannya," tandasnya.
Sementara itu membengkaknya jumlah pedagang hingga dua kali lipat di Pasar Indrakila membuat kewalahan dinas terkait. Data awal hanya 403 pedagang, sedangkan saat penempatan pasar baru jadi pada 3 Januari lalu itu, mencapai lebih dari 800 pedagang.
Azam Fatoni mengaku tidak bisa melarang pedagang berjualan di pasar tersebut. Justru pihaknya bangga karena hal itu menandakan geliat ekonomi dari masyarakat sekitar Pasar Indrakila.
Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kebumen berupaya mengakomodir pedangang menempati pasar tersebut. Hanya saja, untuk pedagang yang mendapatkan los di Pasar Indrakila, tidak boleh dobel meskipun dengan dalih digunakan anggota keluarganya.
Misalkan anak, kakak dan adiknya."Kami memprioritaskan pedagang lama terlebih dulu. Selanjutnya memberikan kesempatan pedagang lainnya untuk mendapatkan los," katanya. (K5-52)
sumber : koran suaramerdeka edisi 24 Januari 2012
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
Hal itu dikatakan Tursino, sekaligus mengklarifikasi tudingan pihak-pihak tertentu yang dimuat media lokal Kebmen, baru-baru ini. Pengusaha muda berusia 26 tahun itu menjelaskan PT Selo Kencono Putra Persada, yang menjadi pelaksana proyek pembangunan pasar senilai Rp 3,5 miliar tersebut mengaku telah membayar tenaga kerja 20% dari nilai kontrak setelah dikurangi PPN-PPH. Nilainya sekitar Rp 400 juta.
Pengerjaan proyek itu, dibarengkan pembangunan Pasar Plumbon, yang didanai Rp 400 juta, sehingga total dana pembangunan dua pasar tradisional tersebut Rp 3,9 miliar. "Tapi ternyata tenaga kerjanya over sehingga membengkak hingga Rp 100 juta lebih," jelasnya.
Ditambahkan, pembayaran honor tenaga kerja hingga Rp 500 juta lebih itu telah dipenuhi. Tursino menyesalkan tudingan pihak-pihak tertentu yang menganggap belum membayar honor tenaga kerja tersebut.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan pasar Kabupaten Kebumen, Azam Fatoni SH MSi dihubungi Suara Merdeka Minggu (23/1) membenarkan honor tenaga kerja dibayar PT Selo Kencono Putra Persada."Hal tersebut sudah diklarifikasikan," imbuhnya.
Tursino mengaku siap membuktikannya. Namun masih memikirkan untuk mengklarifikasi ke media bersangkutan, terkait pemberitaan dianggap tidak benar itu.
Sesuai RAB
Menurutnya, pembangunan pasar Indrakila dikerjakan sejak April 2011 itu sesuai RAB."Dan, selesai dibangun 24 November 2011," jelasnya.
Masa pemeliharaan terdapat kekurangan pun diselesaikan. Seperti cat yang luntur dan atap bocor. Itu pun, kata Tursino, bukan karena kualitas pekerjaan yang rendah melainkan akibat hujan lebih disertai angin kencang beberapa waktu lalu.
Karena itu, ia merasa terganggu dengan komentar pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi tersebut."Sebagai pelaksana proyek, kami siap membuktikannya," tandasnya.
Sementara itu membengkaknya jumlah pedagang hingga dua kali lipat di Pasar Indrakila membuat kewalahan dinas terkait. Data awal hanya 403 pedagang, sedangkan saat penempatan pasar baru jadi pada 3 Januari lalu itu, mencapai lebih dari 800 pedagang.
Azam Fatoni mengaku tidak bisa melarang pedagang berjualan di pasar tersebut. Justru pihaknya bangga karena hal itu menandakan geliat ekonomi dari masyarakat sekitar Pasar Indrakila.
Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kebumen berupaya mengakomodir pedangang menempati pasar tersebut. Hanya saja, untuk pedagang yang mendapatkan los di Pasar Indrakila, tidak boleh dobel meskipun dengan dalih digunakan anggota keluarganya.
Misalkan anak, kakak dan adiknya."Kami memprioritaskan pedagang lama terlebih dulu. Selanjutnya memberikan kesempatan pedagang lainnya untuk mendapatkan los," katanya. (K5-52)
sumber : koran suaramerdeka edisi 24 Januari 2012
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!