GOMBONG - Pergelaran wayang kulit di Kelurahan Gombong, Kebumen semarak. Wayang yang menampilkan dalang Ki Bambang Budiono Cermo Carito itu menampilkan berbagai kreativitas anak sekolah.
Seperti karawitan yang dibawakan oleh anak-anak SD kelas 1 dan 2 serta siswa SMPN 1 Gombong.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kelurahan Gombong dan UPTD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kecamatan Gombong itu juga terdapat panembrama yang ditampilkan perstuan guru SD sebagnyak 36 orang. Ada juga tari gambyong yang ditampilkan oleh 16 guru. Susana meriah itu masih berlanjut dengan suguhan joget Banyumasan serta wayang orang dan kuda lumping.
Dalang dari Jatijajar Kebumen itu membawakan lakon "Antareja Krida". Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kebumen Djuwarni AMdPd beserta suami, Supardjo, Asisten 1 Setda Pemkab Kebumen H. Adi Pandoyo, SH MSi, para Dinas, Badan di lingkungan Pemkab Kebumen.
Lestarikan Budaya
Turut hadir Camat Gombong Sumarno, S.Sos, tokoh masyarakat Kelurahan Gombong HR Soenarto, Bagyo Sutarman, Romo FX Yitno Puspohandaya Pr serta Ketua Padepokan Sehat Medika R. Suman Sri Husada.
Lurah Gombong, Turiman, SH mengemukakan, pergelaran wayang kulit tersebut dalam rangka melestarikan nilai luhur budaya bangsa. Kegiatan dalam rangka menindaklanjuti surat edaran Bupati Kebumen, nomor 431/538 tanggal 16 Oktober 2011 perihal imbauan nguri-nguri kesenian Tradisional itu ditutup dengan workshop bagi kepala sekolah serta guru-guru kesenian SD, SMP, SMA dan SMK se Kecamatan Gombong pada hari berikutnya.
Diharapkan, dengan adanya pergelaran wayang kulit beserta kesenian tradisional dapat memacu genersi muda, khususnya kalangan pelajar. Juga masyarakat luas, khusunya warga Gombong agar tertarik untuk mempelajari dan menyenangi kesenian tradisional daripada budaya asing. (Rahmat Widiantoro, warga RT 02 RW 01, Kelurahan Gombong, Kebumen)
sumber : koran suaramerdeka edisi 22 Desember 2011
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
Seperti karawitan yang dibawakan oleh anak-anak SD kelas 1 dan 2 serta siswa SMPN 1 Gombong.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kelurahan Gombong dan UPTD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kecamatan Gombong itu juga terdapat panembrama yang ditampilkan perstuan guru SD sebagnyak 36 orang. Ada juga tari gambyong yang ditampilkan oleh 16 guru. Susana meriah itu masih berlanjut dengan suguhan joget Banyumasan serta wayang orang dan kuda lumping.
Dalang dari Jatijajar Kebumen itu membawakan lakon "Antareja Krida". Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kebumen Djuwarni AMdPd beserta suami, Supardjo, Asisten 1 Setda Pemkab Kebumen H. Adi Pandoyo, SH MSi, para Dinas, Badan di lingkungan Pemkab Kebumen.
Lestarikan Budaya
Turut hadir Camat Gombong Sumarno, S.Sos, tokoh masyarakat Kelurahan Gombong HR Soenarto, Bagyo Sutarman, Romo FX Yitno Puspohandaya Pr serta Ketua Padepokan Sehat Medika R. Suman Sri Husada.
Lurah Gombong, Turiman, SH mengemukakan, pergelaran wayang kulit tersebut dalam rangka melestarikan nilai luhur budaya bangsa. Kegiatan dalam rangka menindaklanjuti surat edaran Bupati Kebumen, nomor 431/538 tanggal 16 Oktober 2011 perihal imbauan nguri-nguri kesenian Tradisional itu ditutup dengan workshop bagi kepala sekolah serta guru-guru kesenian SD, SMP, SMA dan SMK se Kecamatan Gombong pada hari berikutnya.
Diharapkan, dengan adanya pergelaran wayang kulit beserta kesenian tradisional dapat memacu genersi muda, khususnya kalangan pelajar. Juga masyarakat luas, khusunya warga Gombong agar tertarik untuk mempelajari dan menyenangi kesenian tradisional daripada budaya asing. (Rahmat Widiantoro, warga RT 02 RW 01, Kelurahan Gombong, Kebumen)
sumber : koran suaramerdeka edisi 22 Desember 2011
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!