
KEBUMEN- Keasyikan sejumlah anak SD yang tengah mandi di sungai mendadak berubah kepanikan, saat salah satu dari mereka terseret arus. Dika Galih Pradika (6), bocah yang terseret arus Sungai Karanganyar di Desa Pekuwon RT 1 RW 1, Kecamatan Adimulyo, Kebumen tersebut tidak bisa diselamatkan.
Korban ditemukan tewas di sebelah utara Jembatan Mertan, Desa Tarulan RT 2 RW 2, Kecamatan Adimulyo. Sehari kemudian, Selasa (27/12) sore lalu di tempat berbeda, terdapat pria bertato yang tewas terseret ombak Pantai Petanahan, di Desa Karanggadung, Kecamatan Petanahan, Kebumen.
Belakangan, korban yang memiliki tinggi 166 cm berambut hitam dan bertato gambar garuda pada pipi kanan atas serta bertuliskan Winarti itu diketahu bernama Purwanto (43), warga Desa Wanasari, Kecamatan Kebumen.
Kapolres AKBP Heru Trisasono melalui Kasubag Humas Polres Kebumen AKP Junani Jumantoro mengemukakan, bocah yang terseret arus sungai Karanganyar itu pada awalnya mandi bersama teman-temannya. Pada saat itu arus sungai cukup deras. Namun, anak Sadiharjo (43) yang tidak bisa berenang itu nekat mandi bersama teman-temannya.
Tidak lama, keasyikan anak-anak itu mendadak berubah kepanikan. Dika Galih Pradika yang bergabung dengan teman-temannya itu terseret arus sungai. Korban ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa lagi. "Kami mengimbau kepada orang tua untuk mengawasi anaknya," tutur Junani.(K5-84|suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
tidak harus setiap kali orang tua disalahkan...seorang anak memang masih belum bisa membedakan baik atau tidak, aman atau tidak yang mereka tahu khan hanya bermain untuk bersenang senang tanpa berpikir akan keselamatan mereka...namun demikian peran orang orang tua juga penting dalam menjaga sang anak...mari jadikan peristiwa tersebut sebagai peringatan agar lebih waspada dalam menjaga anak anak yang tak berdosa itu
ردحذفإرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!