Banyak TKI Beridentitas Palsu

KEBUMEN - Jumlah buruh migran asal Kabupaten Kebumen jauh lebih banyak daripada yang terdata di Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) setempat. Pasalnya, banyak calon tenaga kerja Indonesia (TKI) berangkat ke luar negeri melalui daerah lain, yakni dengan memalsukan identitas.

Demikian salah satu persoalan yang muncul dalam Seminar Memperkuat Hak-hak Buruh Migran Indonesia dan Korban Kekerasan terhadap Perempuan dalam Kebijakan Anggaran Pemkab Kebumen, Selasa (27/12). Seminar yang digelar INDIPT (Institut Studi untuk Penguatan Masyarakat) itu berlangsung di Aula Kantor Kemenag Kebumen.

Seminar yang dipandu oleh Drs Kholid Anwar itu menghadirkan sejumlah narasumber. Yakni Kabid Pemerintahan dan Sosial Budaya Bappeda Kebumen, Muhammad Arifin SSi MT, Ketua Komisi B DPRD Dian Lestari SP SE, Direktur Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Surakarta, Alif Basuki, aktifis perempuan INDIPT Irma Susanti dan aktivis Paguyuban Buruh Migran Kebumen (Pakubumi) Maryatun. Dalam kesempatan itu, Irma Susanti memaparkan persoalan buruh migran sudah muncul mulai dari ketika mereka berangkat, saat bekerja hingga mereka pulang kembali. (J19-23|suaramerdeka)

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

أحدث أقدم