"Dari 378,5 kilometer panjang saluran irigasi induk dan tersier di Kabupaten Kebumen, 106,9 kilometer di antaranya rusak hingga rusak berat. Kondisi tersebut membuat 1.563 hektare sawah sama sekali tidak tersentuh air irigasi," ungkap Kepala Bidang Irigasi pada Dinas Sumberdaya Air Energi dan Sumberdaya Mineral (SDA ESDM) Kabupaten Kebumen, Muchtarom SST.
Menurutnya, dari 378,5 kilometer panjang saluran irigasi induk dan tersier, hanya 104,3 kilometer yang kondisinya masih baik. Selebihnya, sepanjang 167,2 kilometer dalam kondisi sedang, dan sisanya sepanjang 106,9 kilometer dalam kondisi rusak hingga rusak berat.
Padahal lanjut Muchtarom, luas lahan irigasi teknis di Kabupaten Kebumen mencapai 27.880 hektare. Namun akibat kerusakan saluran irigasi, hanya 16.404 hektare yang mampu terairi dengan baik. Selebihnya lahan seluas 9.913 hektare, aliran irigasinya tidak maksimal sehingga pihaknya harus kerja ekstra agar air bisa mengalir sampai ke lahan seluas itu.
"Yang paling parah, 1.563 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Kecamatan Ambal, Buluspesantren, dan Puring, sama sekali tidak tersentuh air irigasi," ungkap Muchtarom. (Suk|KRJogja)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!