The Independent News - Pemerintah pusat mengucurkan Rp 9,309 miliar untuk memperkuat jaringan irigasi desa (Jides), jaringan irigasi tingkat usaha tani (Jitut), serta pengembangan irigasi partisipatif (PIP) di 155 desa/kelompok di Kabupaten Kebumen.
"Anggaran tersebut tidak melalui dinas, namun langsung masuk ke rekening kelompok penerima bantuan," jelas Kasi Prasarana dan Sarana (Sarpras) pada Bidang Sarpras Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Kebumen, Murdiono, Jumat (24/11).
Dana Rp 9,309 miliar berasal dari tiga sumber yakni Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 4,719 miliar, tugas perbantuan sebesar Rp 290 juta, dan dari dana aspirasi APBN Perubahan 2011 sebesar 4,3 miliar.
Dana DAK diberikan untuk Jitut di 41 desa, serta Jides di 11 desa. Sedangkan dari dana tugas perbantuan, Rp 140 juta untuk Jitut di 3 desa, dan Rp 150 untuk PIP di 2 desa.
Sementara dana aspirasi APBN Perubahan, Rp 2,170 miliar untuk Jitut di 60 desa atau kelompok, dan Rp 2,130 miliar untuk Jides di 38 lokasi.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur prasarana pertanian melalui Jides dan Jitut untuk meningkatkan kinerja jaringan irigasi desa serta jaringan irigasi tingkat usaha tani sehingga dapat meningkatkan fungsi layanan irigasi. Selain itu, meningkatkan areal tanam melalui penambahan indeks pertanaman dan produktivitas, serta membangun rasa memiliki terhadap jaringan irigasi yang telah direhabilistasi. (Suk-KRJogja)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!