Bencana banjir dan tanah longsor mengancam masyarakat Kabupaten Kebumen. Pasalnya, 135 desa yang tersebar di 17 kecamatan, masuk dalam peta rawan longsor. Sedangkan 191 desa yang tersebar di 23 kecamatan, termasuk daerah rawan banjir.
Karena itu sejak dini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir dan tanah longsor. Antisipasi juga dilakukan BPBD dengan menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan berbagai pihak terkait, termasuk dengan camat yang wilayahnya rawan banjir dan longsor.
Koordinasi diperlukan terkait dengan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam situasi tanggap darurat. "Salah satunya, kepastian lokasi untuk evakuasi korban bencana jika terjadi bencana di suatu daerah," jelas Ketua Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kebumen, Drs Djoko Waluyo MPd, didampingi Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Agus Rianto SE MSi, seusai rakor yang berlangsung di kantornya, Rabu (2/11).
Untuk ketersediaan logistik seperti beras, Djoko memastikan tersedia dalam jumlah yang cukup. "Stok beras di BPBD ada 6,5 ton. Selain itu, ada stok beras bencana alam yang mencapai 40 ton, serta stok beras yang dikelola Kantor Ketahanan Pangan," ungkap Djoko.
BPBD juga membuka Posko Bencana Alam 24 jam, termasuk Posko 24 jam yang dibuka di setiap kantor kecamatan.
Menurut Djoko, kewaspadaan bisa dimulai dari hal kecil, seperti mengantisipasi banjir dengan tidak membuang sampah di saluran air. Demikian pula jika terlihat ada retakan tanah, secepatnya ditutup dengan tanah agar air tidak masuk. Jika dibiarkan, sangat mungkin terjadi longsor. (Suk|KRjogja)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
Karena itu sejak dini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir dan tanah longsor. Antisipasi juga dilakukan BPBD dengan menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan berbagai pihak terkait, termasuk dengan camat yang wilayahnya rawan banjir dan longsor.
Koordinasi diperlukan terkait dengan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam situasi tanggap darurat. "Salah satunya, kepastian lokasi untuk evakuasi korban bencana jika terjadi bencana di suatu daerah," jelas Ketua Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kebumen, Drs Djoko Waluyo MPd, didampingi Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Agus Rianto SE MSi, seusai rakor yang berlangsung di kantornya, Rabu (2/11).
Untuk ketersediaan logistik seperti beras, Djoko memastikan tersedia dalam jumlah yang cukup. "Stok beras di BPBD ada 6,5 ton. Selain itu, ada stok beras bencana alam yang mencapai 40 ton, serta stok beras yang dikelola Kantor Ketahanan Pangan," ungkap Djoko.
BPBD juga membuka Posko Bencana Alam 24 jam, termasuk Posko 24 jam yang dibuka di setiap kantor kecamatan.
Menurut Djoko, kewaspadaan bisa dimulai dari hal kecil, seperti mengantisipasi banjir dengan tidak membuang sampah di saluran air. Demikian pula jika terlihat ada retakan tanah, secepatnya ditutup dengan tanah agar air tidak masuk. Jika dibiarkan, sangat mungkin terjadi longsor. (Suk|KRjogja)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!