Patah tulang di bagian kaki kanan tidak menyurutkan niat Mohamad Mohdir,75,untuk menunaikan ibadah haji.Kakek tua asal Desa Jatisari,Kecamatan/Kabupaten Kebumen itu memutuskan tetap berangkat ke Tanah Suci meski harus memakai kursi roda.
Wajah Mohamad Mohdir terlihat ceria saat kursi roda yang dia duduki dibawa menuju Gedung Mudzalifah Asrama Haji Donohudan, Boyolali,kemarin pagi.Meski sesekali tampak meringis karena luka patah tulang kaki kanannya terasa sakit,namun semangat di dalam hati menjadi ‘obat’ yang sulit untuk dikalahkan.
Setelah barang bawaannya diperiksa melalui alat X-ray, Mohdir dibawa menuju mobil ambulans yang telah stand bye di belakang gedung.Dia duduk di bagian depan samping sopir dengan kaki kanan dinaikkan ke tempat duduk.Menemani di bagian belakang mobil,istri tercinta Mukminatun,52,yang juga berangkat haji. ”Tekad saya sudah bulat, apapun keadaannya harus tetap berangkat.Kuncinya hanya iman,”kata Mohamad Mohdir di sela acara pelepasan calhaj kloter I di Asrama Haji Donohudan,Boyolali.
Beberapa saat kemudian mengalir cerita tentang kecelakaan yang dialami hingga kaki kanan bagian bawah lutut mengalami patah tulang.Kejadian itu sebenarnya telah berlangsung sekitar tiga bulan yang lalu. Saat itu,darinya tengah naik sepeda motor.Ketika dalam perjalanan,pria yang telah dikaruniai enam anak ini bermaksud mendahului seorang bocah yang tengah mengayuh sepeda.
Namun celaka justru menghampiri.Sepeda motor yang dikendarainya menyenggol sepeda kayuh tersebut hingga membuat mereka berdua terjatuh. Mungkin karena kondisi fisik yang telah menuai,kecelakaan membuat kakinya patah. ”Yang tersenggol sepeda motor saya itu ternyata anak SLB,”ujarnya panjang lebar.
Seusai kecelakaan,Mohdir mendapat perawatan di Puskesmas. Setelah diketahui menderita patang tulang,Mohdir enggan untuk dioperasi.Salah satu alasannya karena dia mengidap penyakit gula.Pengobatan diteruskan ke Sangkal Putung di Palur, Karanganyar. Namun keadaan belum sembuh total hingga waktu keberangkatan haji tiba. Mohdir tidak patah arang dengan kondisi yang dialaminya.Motivasi untuk berangkat telah bulat hingga tidak terasa sakit lagi.
Terlebih dirinya telah mendaftar untuk menunaikan ibadah haji sejak tahun 2009 lalu. Anak-anaknya pun tidak keberatan meski keadaannya demikian.Bahkan mereka justru mendorong agar tetap berangkat meski keadaannya demikian.Dengan keimanan di dalam hati,Mohdir akhirnya memutuskan untuk berangkat. Segala proses ibadah yang harus dilalui nantinya akan dilakukan dengan menaiki kursi roda.
”Nanti istri saya yang akan mendorong,”ujarnya.Salah satu doa yang nantinya dipanjatkan kepada Tuhan adalah supaya segala penyakit yang dideritanya sembuh seperti sedia kala. Ketua Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan Haji PPIH Embarkasi Adi Soemarmo Surakarta, Achmad Suaidi mengatakan, keberangkatan Mohdir dengan menggunakan kursi roda tidak akan menemui banyak kesulitan.
Bahkan di pesawat nantinya juga bisa tetap nyaman. ”Selama menunaikan ibadah di tanah suci,rombongan calhaj juga didampingi tim dokter. Jadi kondisinya tetap terpantau,” kata Suaidi.Ditambahkannya, terdapat seorang calhaj kloter 3 asal Kebumen terpaksa dipulangkan oleh Panitia Penyelelanggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Adi Soemarmo.
Saat dilakukan pemeriksaan di RSUD dr Moewardi Solo, calhaj tersebut diketahui mengalami gangguan jiwa.”Sabtu malam kami pulangkan karena kondisinya tidak memungkinkan untuk menunaikan ibadah haji,” ucapnya.
(seputar-indonesia.com)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
Wajah Mohamad Mohdir terlihat ceria saat kursi roda yang dia duduki dibawa menuju Gedung Mudzalifah Asrama Haji Donohudan, Boyolali,kemarin pagi.Meski sesekali tampak meringis karena luka patah tulang kaki kanannya terasa sakit,namun semangat di dalam hati menjadi ‘obat’ yang sulit untuk dikalahkan.
Setelah barang bawaannya diperiksa melalui alat X-ray, Mohdir dibawa menuju mobil ambulans yang telah stand bye di belakang gedung.Dia duduk di bagian depan samping sopir dengan kaki kanan dinaikkan ke tempat duduk.Menemani di bagian belakang mobil,istri tercinta Mukminatun,52,yang juga berangkat haji. ”Tekad saya sudah bulat, apapun keadaannya harus tetap berangkat.Kuncinya hanya iman,”kata Mohamad Mohdir di sela acara pelepasan calhaj kloter I di Asrama Haji Donohudan,Boyolali.
Beberapa saat kemudian mengalir cerita tentang kecelakaan yang dialami hingga kaki kanan bagian bawah lutut mengalami patah tulang.Kejadian itu sebenarnya telah berlangsung sekitar tiga bulan yang lalu. Saat itu,darinya tengah naik sepeda motor.Ketika dalam perjalanan,pria yang telah dikaruniai enam anak ini bermaksud mendahului seorang bocah yang tengah mengayuh sepeda.
Namun celaka justru menghampiri.Sepeda motor yang dikendarainya menyenggol sepeda kayuh tersebut hingga membuat mereka berdua terjatuh. Mungkin karena kondisi fisik yang telah menuai,kecelakaan membuat kakinya patah. ”Yang tersenggol sepeda motor saya itu ternyata anak SLB,”ujarnya panjang lebar.
Seusai kecelakaan,Mohdir mendapat perawatan di Puskesmas. Setelah diketahui menderita patang tulang,Mohdir enggan untuk dioperasi.Salah satu alasannya karena dia mengidap penyakit gula.Pengobatan diteruskan ke Sangkal Putung di Palur, Karanganyar. Namun keadaan belum sembuh total hingga waktu keberangkatan haji tiba. Mohdir tidak patah arang dengan kondisi yang dialaminya.Motivasi untuk berangkat telah bulat hingga tidak terasa sakit lagi.
Terlebih dirinya telah mendaftar untuk menunaikan ibadah haji sejak tahun 2009 lalu. Anak-anaknya pun tidak keberatan meski keadaannya demikian.Bahkan mereka justru mendorong agar tetap berangkat meski keadaannya demikian.Dengan keimanan di dalam hati,Mohdir akhirnya memutuskan untuk berangkat. Segala proses ibadah yang harus dilalui nantinya akan dilakukan dengan menaiki kursi roda.
”Nanti istri saya yang akan mendorong,”ujarnya.Salah satu doa yang nantinya dipanjatkan kepada Tuhan adalah supaya segala penyakit yang dideritanya sembuh seperti sedia kala. Ketua Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan Haji PPIH Embarkasi Adi Soemarmo Surakarta, Achmad Suaidi mengatakan, keberangkatan Mohdir dengan menggunakan kursi roda tidak akan menemui banyak kesulitan.
Bahkan di pesawat nantinya juga bisa tetap nyaman. ”Selama menunaikan ibadah di tanah suci,rombongan calhaj juga didampingi tim dokter. Jadi kondisinya tetap terpantau,” kata Suaidi.Ditambahkannya, terdapat seorang calhaj kloter 3 asal Kebumen terpaksa dipulangkan oleh Panitia Penyelelanggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Adi Soemarmo.
Saat dilakukan pemeriksaan di RSUD dr Moewardi Solo, calhaj tersebut diketahui mengalami gangguan jiwa.”Sabtu malam kami pulangkan karena kondisinya tidak memungkinkan untuk menunaikan ibadah haji,” ucapnya.
(seputar-indonesia.com)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!