BERITA KEBUMEN - Sejumlah petani kacang hijau di Desa Karangsari, Kecamatan Kebumen, Kebumen resah karena tanaman kacang hijau mereka ‘hilang’.
Para petani yang mengalami hal tersebut merasa geram dan sangat menyayangkan hal tersebut. Pasalnya, tanaman kacang hijau yang mereka tanam di sawah masih tergolong produktif menghasilkan biji kacang hijau meski sudah pernah dipanen.
Tanaman mereka bukan hilang karena hal gaib ataupun dimakan binatang, melainkan dirit atau dipangkas oleh seseorang yang tak diketahui. Petani menduga tanaman yang diambil tersebut digunakan untuk pakan ternak. Sialnya, tindakan tersebut dilakukan pada petang hari sehingga tidak ada petani di sawah yang mengetahui. Bahkan ada tanaman yang baru disemprot pagi hari tetapi kemudian hilang di pagi hari berikutnya.
Bastiyah, salah satu pemilik tanaman yang hilang mengaku pada sore hari setelah panen tanamannya masih utuh, namun ketika akan memanen lagi di pagi hari tanamannya telah hilang. “Kemarin pulang dari panen sebagian kacang hijau masih utuh, lhaa pagi harinya mau dipanen lagi kok sudah ilang,” ujarnya kepada tim BKB, Senin (03/10).
Ada lebih dari enam petani yang mengaku kehilangan tanaman mereka. Jika diprediksi, hasil panen yang seharusny masih bisa mereka peroleh lebih dari satu kwintal.
“Jan ngawur banget sing ngerit, mbok ya taren sit masa ora uliha mengko nek genah wis rampung goleh panen” tegas Wahid, dalam Bahasa Ngapak khas Kebumen, yang juga menjadi koraban ‘tanaman hilang’.
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
Para petani yang mengalami hal tersebut merasa geram dan sangat menyayangkan hal tersebut. Pasalnya, tanaman kacang hijau yang mereka tanam di sawah masih tergolong produktif menghasilkan biji kacang hijau meski sudah pernah dipanen.
Tanaman mereka bukan hilang karena hal gaib ataupun dimakan binatang, melainkan dirit atau dipangkas oleh seseorang yang tak diketahui. Petani menduga tanaman yang diambil tersebut digunakan untuk pakan ternak. Sialnya, tindakan tersebut dilakukan pada petang hari sehingga tidak ada petani di sawah yang mengetahui. Bahkan ada tanaman yang baru disemprot pagi hari tetapi kemudian hilang di pagi hari berikutnya.
Bastiyah, salah satu pemilik tanaman yang hilang mengaku pada sore hari setelah panen tanamannya masih utuh, namun ketika akan memanen lagi di pagi hari tanamannya telah hilang. “Kemarin pulang dari panen sebagian kacang hijau masih utuh, lhaa pagi harinya mau dipanen lagi kok sudah ilang,” ujarnya kepada tim BKB, Senin (03/10).
Ada lebih dari enam petani yang mengaku kehilangan tanaman mereka. Jika diprediksi, hasil panen yang seharusny masih bisa mereka peroleh lebih dari satu kwintal.
“Jan ngawur banget sing ngerit, mbok ya taren sit masa ora uliha mengko nek genah wis rampung goleh panen” tegas Wahid, dalam Bahasa Ngapak khas Kebumen, yang juga menjadi koraban ‘tanaman hilang’.
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!