Pedagang Pasar Ambal Khawatir Tersingkir

KEBUMEN- Pedagang pasar Amnbal di Desa Ambalresmi, Kecamatan Ambal, Kebumen minta diakomodasi untuk menempati kios dan los seperti semula. Mereka khawatir setelah selesai pembangunan pasar nanti malah ditempati pedagang baru.
Hal itu disampaikan sejumlah pedagang yang ditemua Suara Merdeka di tempat relokasi pinggir jalan, sebelah utara pasar tersebut, kemarin. Salah satu dari mereka, Sudi (54) berharap agar Pemkab memberikan penjelasan yang lebih rinci terkait pembangunan Pasar Ambal."Terus terang kami khawatir, jika nantinya ditempati pedagang anyar," katanya.

Mereka yang pindah sendiri-sendiri menyusul dibangunnya pasar itu pun sempat mengeluh karena tidak dicarikan tempat relokasi. Apalagi sampai diberi bantuan dana. Hingga akhirnya para pedagang menempati pinggir-pinggir jalan untuk menjajakan dagangan dan jasanya tersebut.

Jumlah pedagang sebanyak 483 orang yang terdiri atas 33 pedagang kioss, 261 pedagang los, dan 189 pedagang lesehan. Camat Ambal, Pudjiono S.Sos membenarkan pedagang Pasar Ambal pindah sendiri-sendiri.

"Proses relokasi pedagang yang pindah di pinggir-pinggir jalan itu berlangsung tertib. Itu memang yang kami harapkan, karena pembangunan pasar tersebut untuk kepentingan masyarakat dan para pedagang," jelasnya.

Pembangunan Pasar Ambal yang menempati lahan 8.185m2 itu dengan luas bangunan 2.800m2.Pelaksanaan proyek yang sempat ditinjau langsung petugas dari Disperindagkop itu dikebut. Pekerja lembur hingga pukul 03.00 sejak kemarin.

Satu lantai

Konsep pasar di daerah asal makanan khas Sate Ambal tersebut berlantai satu. Jumlah kios yang akan dibangun 36 unit dengan ukuran 4,5 x 4 meter, sedangkan losnya 96 unit dengan penataan sesuai jenis dagangannya.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Azam Fatoni SH MSi menandaskan, semua pedagang yang sebelumnya menempati pasar Ambal akan diakomodir.

Pembangunan pasar tersebut dengan anggaran sekitar Rp 4 miliar. Pada saat bersamaan juga dilaksanakan renovasi Pasar Ayah dengan dana sekitar Rp 3 miliar.

Pasar di daerah pesisir itu dibangun 35 kios dengan ukuran 3x12m, dan los sebanyak 42 unit dengan ukuran 3x12m.

Juga dibangun sarana tempat pembuangan sampah, tempat bongkar muat dagangan serta mengelompokkan pedagang berdasarkan jenis dagangannya." Untuk halaman depan pasar tersebut, akan dimundurkan sejauh 10 meter, karena ada pelebaran JJLS (jaringan jalur lintas selatan)," imbuh Azam.

Sementara itu, pelaksanaan pembangunan pasar tradisional juga masih berlangsung di Desa Krakal, Alian. Di pasar Indrakila tersebut tinggal proses pemasangan atap.

"Direncanakan pada November mendatang sudah selesai," kata Kades Krakal, Drs. Angkodo Burhanudin yangdihubungi terpisah kemarin. Pembangunan pasar yang dianggarkan Rp 3,5 miliar itu dikonsep seperti Pasar Tumenggungan yang saban harinya untuk berjualan. (K5-84)

sumber : Koran suara merdeka edisi Jum'at 21 Oktober 2011

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

1 Comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

  1. semoga dengan adanya revitalisasi pasar tradisional perekonomian rakyat semakin meingkat

    ReplyDelete

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

Previous Post Next Post