Mengaku Saudara Bupati, Tipu Pejabat

KEBUMEN- Kelakuan Rahmat (40), warga Desa Surotrunan, Kecamatan Alian, Kebumen, yang mengaku sebagai suadara Bupati H Buyar Winarso SE meresahkan warga. Pria yang terakhir kali bertempat tinggal di Desa Seling, Kecamatan Karangsambung itu menilep uang mencapai puluhan juta dari tangan para korban. Selain masyarakat umum, korban yang dikelabuhi Rahmat juga berasal dari kalangan pegawai negeri sipil (PNS) serta sejumlah pejabat.

Masing-masing dijanjikan menjadi PNS serta dimutasi dan dipromosikan mendapatkan jabatan struktural di lingkungan Pemkab. Aksi penipuan yang dilaporkan Camat Kebumen Dra Retno Yuliati MSi bersama sejumlah korban kepada Bupati itu berhasil diselesaikan Kepala Satpol PP Gigih Basoka Jadi SSos dan Ketua Forum Komunikasi Konsultasi Ketertiban dan Ketenteraman Umum Urut Sewu (FK4UK) Kebumen, Martijo.

Dan, pelaku berhasil ditangkap saat di Gombong. Saat dimintai keterangan masuk unsur pidana, pelaku lantas dibawa ke Polres. Kedatangan mereka bersama pelaku itu ditemui Kasat Rekrim AKP Priyo Handko SH. Selanjutnya pelaku diperiksa Anggota Reskrim, Ipda Hari Harjanto SH. Kapolres Kebumen AKBP Andik Setiyono SH SIK MH melalui Priyo Handoko mengaku masih menyelidiki kasus tersebut.

Menurutnya, penanganan kasus itu ditangani petugas dengan sigap. Dan, hal tersebut juga berlaku pada penanganan kasus lainnya sebagai wujud pelayanan prima kepada masyarakat. Pelaku yang masih diperiksa intensif untuk kepentingan penyelidikan pun dimasukkan ke tahanan.

Dimintai Uang

Kasatpol PP Gigih Basoka Jadi didampingi Ketua FK4UK Kebumen Martijo mengemukakan, pelaku yang mengaku sebagai saudara Bupati itu sudah meresahkan masyarakat. Aksi licin itu ternyata ujung-ujungnya meminta imbalan. Salah satu korban yakni Fatmawati SE, warga Desa Jatisari, Kebumen. Dia yang dijanjikan akan dimasukan PNS itu dimintai uang Rp 12 juta.

"Selain penipuan dengan berdalih bisa memasukkan sebagai PNS, pelaku juga sanggup memutasi pegawai serta mengusahakan untuk mendapatkan jabatan struktural di jajaran Pemkab Kebumen,"katanya.

Hal itu terungkap dari laporan sejumlah korban yang kemudian diantar Camat Kebumen Retno Yuliati untuk dilaporkan ke Bupati. Bahkan aksi penipuan yang berhasil terungkap itu juga memakan korban sejumlah sekretaris desa (sekdes) dan kepala desa (kades). "Masing-masing dimintai uang bervariasi. Ada yang Rp 10 juta, Rp 12 juta dan Rp 15 juta," imbuh Martijo.

Salah satu keluarga Bupati, Suwarno yang mendatangi Polres Kebumen mengatakan bahwa pelaku tidak ada hubungan keluarga dengan Bupati yang berasal dari Desa Wonokromo, Kecamatan Alian tersebut.
(suaramerdeka.com)

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

أحدث أقدم