Bus Ngetem, Ratusan Penumpang Terlantar

KEBUMEN-Pada saat arus balik Lebaran, banyak awak bus yang melintasi di Kebumen tidak tertib. Sejumlah bus nekat menaikkan penumpang di terminal bayangan. Akibatnya, ratusan penumpang yang menyerbu agen-agen bus di Terminal Kebumen telantar.
Seperti yang tampak di dekat lampu bangjo Kedungtawon, Kebumen. Di lokasi tersebut, bus yang datang dari arah barat itu bergantian menunggu penumpang dan menaikan. Setelah membawa penumpang, giliran bus berikutnya ngetem.

Suasana itu kian memperpadat arus lalu lintas. Pasalnya, bus dari arah berlawanan juga kerap menurunkan penumpang di tempat tersebut. Juga kendaraan yang tengah balik Lebaran.
Sementara petugas mengalihkan semua kendaraan menuju jalur lingkar selatan.
Terminal bayangan juga terlihat di wilayah Sruweng, Karanganyar, dan Gombong. Kendati itu melanggar, bagi sebagian penumpang ternyata malah membantu mereka dalam bepergian. "Saya lebih memilih naik dari terminal bayangan, ketimbang Terminal Kebumen. Lebih praktis dan efisien," kata Parmudi (34), warga Gombong.

Timur Tertib

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kebumen, Djoko Soetrisno ST MM saat meninjau situasi arus balik Lebaran kemarin mengemukakan, selain permasalahan penggunaan moda transportasi yang tidak tertib, juga masalah keterlambatan bus yang sudah dipesan. Di samping itu, agen bus yang sudah menjual tiket juga banyak yang tidak menaikkan dari terminal. "Kalau yang sebelah timur cukup tertib, seperti Kutowinangun dan Prembun. Tetapi yang wilayah barat kurang," imbuhnya.
Djoko didampingi Kepala Terminal Kebumen Noer Saparin SH mengemukakan, jumlah penumpang sejak H - 1 Lebaran dan H Lebaran yang naik dari terminal mengalami penurunan. Pada H - 1 hanya 796 orang, sedangkan H Lebaran 431 orang. Jumlah penumpang tersebut turun 53 % dari tahun sebelumnya yang mencapai 1.689 orang pada H - 1 dan turun 66 % dari 1.092 orang pada H Lebaran.

Untuk penumpang yang turun di terminal 5.764 orang pada H - 1 dan 3.124 pada H Lebaran. Jumlah bus yang masuk 524 bus dan pada H Lebaran menurun menjadi 284 bus. Pada tahun sebelumnya pada hari yang sama 319 bus dan 284 bus.

Ia juga mengeluhkan kurangnya perhatian kebersihan lingkungan terminal. Saat meninjau agen-agen bus, Djoko pun turun tangan menyapu lantai yang kotor. Dalam kesempatan tersebut, Djoko yang juga Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan itu juga menata parkir yang tampak semrawut.
Dari pantauannya, arus mudik dan balik Lebaran padat merayap. Pengalihan jalur menuju Jalan ingkar selatan yang melintasi Terminal Kebumen itu mampu mendongkrak pendapatan yang ada. Hari biasa yang hanya Rp 9,5 juta menjadi Rp 14,5 saat Lebaran. "Pengalihan jalur tersebut juga mampu menambah keramaian terminal," imbuhnya. (suaramerdeka.com)

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

أحدث أقدم