KEBUMEN - Guna memudahkan pemantauan arus lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran, Polres Kebumen memasang kamera Closed Circuit Television (CCTV) di jalur selatan. Kamera CCTV dipasang di tiga titik yakni di Rowokele, perlintasan Kereta Api (KA) Karanganyar dan Kutowinangun.
Kepolres Kebumen AKBP Andik Setiyono SIK SH MH menjelaskan, dua kamera CCTV yakni di Rowokele dan Kutowinangun dipasang oleh Polres Kebumen. Sedangkan yang terpasang di perlintasan KA Karanganyar dipantau langsung oleh Mabes Polri.
"Kamera CCTV tersebut untuk membantu memudahkan pantauan arus lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran," ujar Kapolres kepada Suara Merdeka usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2011 di halaman Setda Kebumen, Senin (22/8).
Gelar Pasukan yang dipimpin oleh Bupati Kebumen H Buyar Winarso SE itu diikuti oleh berbagai unsur. Selain jajaran Polres Kebumen, apel diikuti personil TNI Kodim 0709 Kebumen, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga Anggota Pramuka. Hadir Ketua DPRD Ir Budi Hianto Susanto, Komandan Kodim 0709 Letkol Arh Elphis Rudy, Kepala Kejari Mahatma Sentanu SH MHum, sejumlah pejabat di lingkup Polres dan Pemkab Kebumen.
Kapolres menambahkan,jalur selatan di wilayah Kebumen sepanjang 60 km. Yakni mulai dari Rowokele yang berbatasan dengan Banyumas hingga Prembun yang berbatasan Purworejo. Untuk mengamankan jalur sepanjang itu, Polres Kebumen mendirikan 11 pos pengamanan arus mudik Lebaran.
"Selain itu, anggota juga diterjunkan di rest area maupun objek vital lainnya," katanya seraya menyebutkan Operasi Ketupat Candi 2011 dimulai H-7 hingga H+7 Lebaran.
Simpul Kemacetan
Sementara itu, guna mengatasi kemacetan arus lalu lintas di simpul kemacaten Polres Kebumen menyiapkan sejumlah jalan alternatif. Adapun titik-titik yang potensial menjadi simpul kemacetan antara lain di pasar tumpah maupun dan perlintasan KA.
Pasar tumpah misalnya di Pasar Wonokriyo, Gombong, Pasar Karanganyar, Pasar Tengok, Pasar Kutowinangun, pasar hingga pasar Prembun. "Di dalam kota, Rita Pasaraya meski swalayan masuk kategori pasar tumpah karena lokasi parkir sampai memakan badan jalan sehingga rawan kemacetan," ujarnya.
Sedangkan, perlintasan KA juga rawan menimbulkan kemacetan karena tingginya intensitas KA yang melintas utamanya di perlintasan KA Karanganyar, dan Kutowinangun. Mengingat dalam sehari total KA yang melintas mencapai 70 kali. Apalagi lokasi perlintasan itu berada tidak jauh dengan pasar.
"Padahal satu menit saja kendaraan berhenti,langsung terjadi penumpukan antrean kendaraan," ujarnya seraya mengingatkan bahwa selama Lebaran kendaraan berat tidak diperbolehkan melalui jalur mudik kecuali angkutan pengangkut sembako, gas dan air kemasan.(J19-45)
PRINT HALAMAN INI..!!
sumber: suaramerdeka.com

Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!