KEBUMEN – Dengan mengantongi 15,22 persen suara atau 86.882 suara sah dalam Pemilu Legislatih 2009, partai Demokrat (PD) memastikan mengusung bakal calon (balon) incumbent KH M Nashiruddin AM yang dipasangkan dengan Probo Indartono SE dalam pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Kabupaten Kebumen 11 April 2010 mendatang. Kubu Nashiruddin-Probo (Nashpro) optimis meraup dukungan 60 persen lebih dalam Pemilukada mendatang.
Nashiruddin yang sebelumnya digandeng PDI Perjuangan, bergabung dengan PD setelah mengenakan jaket PD yang diberikan oleh ketua DPD PD Jawa Tengah, Sukawi Sutarip, dalam rapat konsolidasi DPC PD Kebumen di Gedung Pertemuan Setda Kebumen, awal Januari 2010. Sedangkan Probo Indartono adalah mantan Ketua DPRD Kebumen periode lalu. Melalui PDI Perjuangan, Probo terpilih kembali menjadi anggota DPRD Kebumen 2009-2014.
Dalam tasyakuran Media Center Nashpro di Jalan Pahlawan, Mertokondo, Kebumen, Kamis (11/2) malam lalu, Nashiruddin mengungkapkan, DPP PD memberi rekomendasi kepada pasangan Nashpro untuk maju dalam Pemilukada mendatang. Rekomendasi ditandatangani Ketua Umum DPD PD Hadi Utomo dan Sekjen Amir Syamsuddin.
Calon Golkar
Sementara itu, Partai Golkar akhirnya menggandeng Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mengusung Drs. H. Poniman Kasturo MM sebagai calon bupati (cabup) dalam Pilkada Kebumen mendatang. Meski demikian, siapa yang bakan mendampingi Poniman belum dipastikan.
Formulir pendaftaran bakal cabup dan cawabup telah diambil di Kantor KPU Kebumen, Jum’at (12/2) kemarin. Ketua Partai Golkar Kebumen, Slamet Marsoem, menjelaskan saat ini ada 13 nama hasil polling yang dilakukan lembaga survei independent yang masuk kriteria sebagai cawabup untuk Poniman. Mereka berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Ada yang dari birokrat, pengusaha, politisi dan kaum profesional.
Informasi yang didapat, Partai Golkar mengincar sejumlah tokoh yang berasal dari kalangan nahdliyin, di antaranya Rois Tanfidziyah PCNU Kebumen KH Drs. Masykur Rozaq dan Ketua DPC PKB Kebumen Drs. H. Machrur Adam Maulana MAg.
Terkait hal tersebut, Slamet mengaku masih mengharapkan agar PKB mau bergabung dengan koalisi partai Golkar dan PKS. Harapan serupa juga iga tujukan pada 9 parpol non parlemen. Termasuk Partai Hanura dan PKPB yang notabene masih satu keluarga.
Kalau digabung, perolehan suara dua parpol (PG dan PKS) ini sebanyak 15,73 persen. Rinciannya, partai Golkar 10,55 persen dan PKS 5,15 persen, sehingga memenuhi syarat mengusung calon sendiri.
banyumasnews.com
PRINT HALAMAN INI..!!
Nashiruddin yang sebelumnya digandeng PDI Perjuangan, bergabung dengan PD setelah mengenakan jaket PD yang diberikan oleh ketua DPD PD Jawa Tengah, Sukawi Sutarip, dalam rapat konsolidasi DPC PD Kebumen di Gedung Pertemuan Setda Kebumen, awal Januari 2010. Sedangkan Probo Indartono adalah mantan Ketua DPRD Kebumen periode lalu. Melalui PDI Perjuangan, Probo terpilih kembali menjadi anggota DPRD Kebumen 2009-2014.
Dalam tasyakuran Media Center Nashpro di Jalan Pahlawan, Mertokondo, Kebumen, Kamis (11/2) malam lalu, Nashiruddin mengungkapkan, DPP PD memberi rekomendasi kepada pasangan Nashpro untuk maju dalam Pemilukada mendatang. Rekomendasi ditandatangani Ketua Umum DPD PD Hadi Utomo dan Sekjen Amir Syamsuddin.
Calon Golkar
Sementara itu, Partai Golkar akhirnya menggandeng Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mengusung Drs. H. Poniman Kasturo MM sebagai calon bupati (cabup) dalam Pilkada Kebumen mendatang. Meski demikian, siapa yang bakan mendampingi Poniman belum dipastikan.
Formulir pendaftaran bakal cabup dan cawabup telah diambil di Kantor KPU Kebumen, Jum’at (12/2) kemarin. Ketua Partai Golkar Kebumen, Slamet Marsoem, menjelaskan saat ini ada 13 nama hasil polling yang dilakukan lembaga survei independent yang masuk kriteria sebagai cawabup untuk Poniman. Mereka berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Ada yang dari birokrat, pengusaha, politisi dan kaum profesional.
Informasi yang didapat, Partai Golkar mengincar sejumlah tokoh yang berasal dari kalangan nahdliyin, di antaranya Rois Tanfidziyah PCNU Kebumen KH Drs. Masykur Rozaq dan Ketua DPC PKB Kebumen Drs. H. Machrur Adam Maulana MAg.
Terkait hal tersebut, Slamet mengaku masih mengharapkan agar PKB mau bergabung dengan koalisi partai Golkar dan PKS. Harapan serupa juga iga tujukan pada 9 parpol non parlemen. Termasuk Partai Hanura dan PKPB yang notabene masih satu keluarga.
Kalau digabung, perolehan suara dua parpol (PG dan PKS) ini sebanyak 15,73 persen. Rinciannya, partai Golkar 10,55 persen dan PKS 5,15 persen, sehingga memenuhi syarat mengusung calon sendiri.
banyumasnews.com
PRINT HALAMAN INI..!!
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!