Siswi Hamil Tanpa Nikah Sebaiknya Tidak Bisa Ikut UN


Siswa yang diketahui hamil diluar nikah tetap memiliki hak mengikuti ujian nasional (UN) namun sekolah juga diharapkan menetapkan kebijakan apakah akan tetap meluluskannya atau tidak.

“Dalam peraturan pelaksanaan UN, kehamilan diluar nikah memang tidak ada ketentuannya,” kata anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Djemari Mardapi saat memberikan sosialisasi UN di Yogyakarta, Rabu (16/12).

Menurutnya dia, pihak BSNP tidak akan memberikan imbauan ke sekolah untuk tetap memberikan hak siswa mengikuti UN karena ketentuan UN tidak mengatur kondisi seperti tersebut di atas. “Tetapi, lulus atau tidaknya siswa yang bersangkutan akan ditentukan oleh sekolah sebagai satuan pendidikan, kelulusan bukan ditentukan oleh BSNP. Masyarakat banyak yang masih salah menganggapnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) DIY Suwarsih Madya menyatakan bahwa pihak sekolah tetap harus memberikan hak kepada siswa yang hamil di luar nikah untuk mengikuti UN. “Tetapi, kelulusan siswa dari satuan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai UN. Masih ada penilaian-penilaian lain, seperti kepribadian dan akhlak,” katanya.

Bisa saja, kata dia, siswa tersebut lulus UN namun tidak lulus dalam penilaian akhlak karena sekolah memiliki wewenang penuh untuk menentukan kelulusan siswanya.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Suyana menerangkan, pihaknya tidak akan melarang siswa yang hamil di luar nikah untuk mengikuti UN. “Semuanya harus tetap dikembalikan pada tata tertib sekolah yang bersangkutan,” lanjutnya.

sumber: http://ujiannasional.org

6 تعليقات

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

  1. Setuju....sekarang udah pada marak acara kayak gtu...dan remaja jadi tidak takut dan tanggung-tanggung, soalnya hal itu sudah dianggap biasa. Kita harus tegas untuk kebaikan remaja kita dimasa depan.....
    LANUTKAAAAAAAAAAAANNNNN.........

    ردحذف
  2. sipp,, lanjutkan...
    jadilah generasi enerus yang cerdas dan berakhlak mulia..

    ردحذف
  3. tapi, coba kita tengok kembali.
    apa kita pernah memikirkan nasib mereka?
    apalagi kalo dia itu hanya sebagai korban.
    menurut saya dia tetap memiliki hak untuk mengenyam pendidikannya. di Amerika, siswi2 sma boleh kok hamil2 ke sekolah, dan mereka tetap bisa sukses. daripada dikeluarkan dan malah rusak masa depannya.

    Ujian Nasional yang dibangaa2in aja cuma ngukur kognitif kita kok, pendidikan yang di sekolah yang sudah terlalu berorientasi pada UN saja jadi kadang secara tidak sadar mengeliminasi nilai2 yang seharusnya bukan hanya diajarkan, tapi dididik oleh para guru. saya jadi teringat ketika tahun lalu masih bersekolah di indonesia, saya sering mengeluh, "hal bodoh apa yang tenagh saya lakukan? saya belajar untuk ulangan setelah itu lupa". yang menjadi hal pembicaraan di sekolah adalah bukan bagaimana mengembangkan ilmu yang kami dapat, tapi bagaimana bisa lulus ulangan harian. Di sini, di Amerika, saya merasakan betul betul yang namanya sekolah, belajar, dididik. Jadi materi yang diajarkan bukan serupa bullshit saja. Memang kami dituntut betul2 mengerti dan bisa mengembangakn. Dan, satu lagi, saya bisa memilih jalan mana yang ingin saya tempuh untuk pendidikan saya. Tidak ada pemaksaan apakah saya harus mengambil matematika, fisika, biologi, dan kimia secara bersamaan. saya bisa MEMILIH. saya yakin, akan ada 1001 jalan untuk sukses, dan masing masing dari kita pasti akan berbeda. Karakter manusia saja sudah bukan main ragamnya. kenapa untuk jadi sukses kita harus di-sama-kan? Apakah karena masalah pemerintah yang belum bisa membuat kebijakan dimana semua bakat dan alenta berhak tumbuh?

    Masalah seperti ini, dalam masyarakat indonesia memang sangat sensitif dan dianggap tabu, saya paham itu. Akan tetapi, dengan mencegahnya untuk ikut UN, apakah itu jalan yang terbaik? Ingat, pendidikan adalah hak semua bangsa.

    Mungkin justru pemerintah yang harus menilik kembali akan sistem pendidikan kita.

    Orang dia ikut UN aja, belum tentu lulus.. (maaf bukan berarti meng-under-estimated). Padahal siapa tahu dia punya bakat lain yang gak di-UN-kan.

    Di sini, untuk siswa kelas 12 seperti saya, tidak ada yang namanya ujian nasinal, yang ada hanya ujian sekolah dan ujian masuk perguruan tinggi seperti ACT dan SAT, dan itupun diadakan berulang2 dalam setahun guna memberikan kesempatan bagi siswa yang belum bisa mengikutinmya di awal tahun, juga memberika kesempatan selebar2nya untuk memperbaiki skor testny, sehingga bisa qualified masuk perguruan tinggi. Itu saja, yang di test-kan hanyalah kemampuan2 dasar. Yang lebih utama adalah school transcript alias raport, karena itu bverasal dari guru yang betul2 mengerti akan kemampuan kami, bukan nilai yang dibuat hanya kurang dari seminggu atau bahkan beberapa jam saja. Independensi dan profesionalitas guru juga sudah betul2 terjamin, jadi tidak ada yang namanya sogokan guru, dll.

    Mari kita berkaca dahulu akan bagaimana kita..

    ردحذف
  4. terimakasih untuk "catatan hidup" yg telah memberikan komentar sekaligus saran dan juga kritik untuk kita semua..

    secara garis besar kami setuju denan pendapat saudara yang intinya pendidikan.menuntut ilmu ridak diukur dari lulus UN,, namun dari ilmu yang benar2 dikuasai oleh si peserta didik..
    dan memang yang paling penting dalam pendidikan adalah mendidik siswa sesuai dengan bakat dan ilmu yang dia miliki..
    namun disamping itu juga perlu adanya ilmu2 pendamping yang sebenarnya akan membuat kita lebih pandai dan juga sebenarnya mendukung terhadap bidang ilmu yang peserta didik miliki..
    namun kebanyakan pelajar bukan merasa butuh akan ilmu2 tersebut namun merasa terbebani.. shingga terasalah pendidikan kita itu salah..!!
    jadi kesimpulan menurut kami adalah tidak ada salahnya pendapat sampean dengan sistem pendidikan yang sedang berjalan saat ini..

    njenengan mungkin berpendapat demikian karena masih sma,,

    sebenarnya di negara kita juga sudah melksanakan sistem yang tejurus sesuai bakat dan minat siswa, yaitu kalau kita sudah memasuki jenjang kuliah,, kita disuruh memilih sendiri apa yang kita rasa bisa dan minati,, tidak ada pemaksaan kamu harus daftar di sini atau situ dari pemerintah kok,, dan untuk kelulusan seperti yg jenengan maksud jg terserah si mahasiswa jg.. silahkan mau kuliah/belajar berapa tahun sampai jadi mahasiswa abadi juga terserah..kalau mau kreativ dan cepat juga si mahasiswa harus serius dan aktiv..

    ----------
    nah kalau berkaitan dengan postingan ini yg judulnya "siswi hamil di luar nikah sebaiknya saya ulangi SEBAIKNYA dilarang mengikuti UN"
    pasalnya kalu terus2an seperti itu negara kita yang mulia yang bermoral dan beragama akan menjadikan generasi penerus bangsa ini ke enakan, "kader ora di ukum be, dsb" dan moralnya menurun bahkan hancur..
    kita boleh sekali mencontoh Amerika atau negara2 maju lain, namun 'ambilah yang baik dan tinggalkan yang buruk...!!'

    negara kita punya moral dan secara pribadi manusia juga punya tanggung jawab terhadap dirinyasendiri kepada Tuhan YME..
    dan kita yg mengetahui wajib memperingatkan..!

    oke..

    kita suka gaya lo "mas/mba catatan hidup"..
    jadilah generasi penerus yg kritis dan membangun tanpa meninggalkan moral dan akhlak mulia..
    Semangat..!!

    ردحذف
  5. oh ternyata mba catatan hidup..
    mba shifa..

    seorang generasi muda yang cerdas dan berprestasi juga kritis..
    yg sedang melanjutkan study di Shout Carleston Amerika..

    oke kami bangga padamu..!!

    jikalau kembali ke Karangsari bangunlah bangsa ini..

    oke..

    ردحذف
  6. hmm.. menurut saya sih, dari pada berpolemik, lebih bijaksana bila berusaha mencegah terjadinya hamil di luar nikah karena akibat hubungan seks bebas yang makin marak terjadi, karena itu dosa besar.

    ردحذف

إرسال تعليق

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

أحدث أقدم