35 Tahun Beroperasi, Bendung Waduk Sempor Normal

Kondisi bendungan di Waduk Sempor dinyatakan dalam kondisi normal. (Foto: Supriyanto/SM) 
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Meskipun sudah berumur 35 tahun sejak diresmikan, kondisi bendungan di Waduk Sempor dinyatakan dalam kondisi normal. Dari hasil pengamatan dan pemeriksaan, tidak ditemukan kerusakan pada tubuh bendungan maupun penyimpangan pada pembacaan peralatan instrumen bendungan.
Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Ir Mujadi MM menjelaskan, meski bendungan dalam kondisi sehat, tetapi pihaknya terus melakukan pengendalian melalui operasional, pemeliharaan dan pengawasan. Pasalnya, kerusakan bendungan bisa disebabkan oleh karena kondisi alam seperti limpasan, rembesan yang membawa material hingga terjadinya gempa bumi.
Guna mendeteksi kondisi bendungan, pihaknya memiliki alat yang disebut inklinometer. Alat tersebut digunakan untuk mengetahui kondisi bendungan apakah miring atau tidak. Adapun keberadaan alat itu hanya diketahui oleh aparat tertentu saja. Hal itu untuk menghindari sabotase dari orang yang tidak bertanggung jawab.
"Untuk itu, kami bekerjasama dengan pihak terkait untuk mengamankan bendungan seaman mungkin," ujar Mujadi kepada Suara Merdeka di sela-sela simulasi uji rencana tindak darurat (RTD) jebolnya bendungan Waduk Sempor.

Selain di Sempor, imbuh dia, pihaknya mengusulkan simulasi rencana tindak darurat untuk dilaksanakan di Waduk Wadaslintang. Kegiatan semacam itu sangat dibutuhkan, karena yang dilindungi tidak hanya bendungan saja, tetapi masyarakat yang di bawah.
"Simulasi tanggap darurat guna mengantisipasi jika terjadi masalah yang tidak diinginkan," ujar Mujadi didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasional Pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA) III Ir Ajat Sudrajat MT.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, Ir Agus Subekti mengatakan, pihaknya mengapresiasi karena dibantu meningkatkan kapasitas kepada masyarakat, sehingga masyarakat ke depan dapat mandiri dalam penanggulangan bencana.
"Ke depan perlu ada semacam alat yang dikembangkan berupa sistem peringatan dini terkait kemungkinan jebolnya bendungan Waduk Sempor," ujar Agus Subekti.
( Supriyanto / CN31 / SMNetwork / Suaramerdeka)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

1 تعليقات

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

  1. setelah baca http://jatiluhurdam.wordpress.com/wacana-research-improvement-and-development/ dimana alat yang modern mestinya Geodetic Monitoring Systems (Geomos). Sedangkan waduk sempor menggunakan inclinometer untuk mengukur kemiringan keliatannya masih manual .... wah ngeri juga ya???
    Perlu penanganan serius dari jajaran Pemerintah Daerah Kebumen untuk segera dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi/ Pemerintah Pusat. Tindakan Prefentif lebih bijak karena mengingat keselamatan warga di bawah waduk.

    ردحذف

إرسال تعليق

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

أحدث أقدم